Lighting yang terinspirasi dari filosofi Jawa – Wawancara bersama Aulia Muhammad Ihrom dari Lumina Group
Di tengah kesibukan kerja, ketenangan merupakan sesuatu yang didamba warga ibu kota. Hotel Tentrem Jakarta menawarkan ketenangan yang mana selaras dengan slogannya “Tentrem in your heart”. Lighting sebagai elemen yang pembentuk suasana, berperan mendukung suasana tenang dan damai yang dihadirkan di Hotel Tentrem Jakarta.
Luminapedia berkesempatan mewawancarai lighting designer di balik lighting Hotel Tentrem Jakarta untuk menceritakan bagaimana lighting mendukung konsep itu. Selain itu, ada Hafizh Faisal Wahyu (lighting designer) yang juga akan membagikan pengalamannya merasakan lighting di sana.

Aulia Muhammad Ihrom atau akrab disapa Iom, seorang lighting designer yang sudah berpengalaman selama 15 tahun. Proyek yang ditangani meliputi hotel, residence, resort dan lain-lain. Beliau juga aktif dalam Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia sebagai pemateri webinar.
Konsep Lighting
Tenang menjadi kata kunci dalam konsep lighting Hotel Tentrem Jakarta. Dalam penerapannya, Iom terinspirasi dari filosofi Jawa yaitu kasampurnan. Filosofi tersebut menggambarkan level kesadaran manusia, di mana pada level kesadaran yang rendah pikiran manusia itu bising, sibuk, ramai dan semakin tinggi level kesadarannya, semakin tenang. Konsep ini diterapkan di mana area publik memiliki lighting yang lebih ramai. Sementara, area privat (kamar) memiliki lighting yang lebih subtle.
Bagaimana menerjemahkan ramai dan tenang pada pencahayaan?
Perjalanan menemukan ketenangan dimulai dari drop-off, lobby, koridor dan kamar. Masing-masing area tersebut memiliki level pencahayaan yang berbeda untuk mendeskripsikan ramai dan tenang. Harapannya ketika pengunjung datang ke hotel ini di drop-off mungkin masih sibuk dan banyak pikiran, kemudian ketika naik ke lobby dan kamar, pengunjung merasa tenang dan damai. Disamping itu, ada taman dan ballroom yang berada di podium sebagai area refreshing yang juga mendukung ketenangan di hotel ini.
Drop-off dan lobby transisi
Drop-off dan lobby transisi memiliki lighting yang ramai. Apa maksudnya? Lighting yang diterapkan di sini memiliki banyak permainan warna, dan bayangan yang tajam. Contohnya, terdapat pohon besar yang disorot sehingga menghasilkan bayangan pada plafon dan dinding. Drop-off ingin show-off” kata Iom.


Meskipun konsep lighting area publik (drop-off dan lobby transisi) itu ramai, menurut Hafizh suasananya tidak mengganggu. “Walaupun pencahayaannya banyak contrast dan banyak efek tetapi garis arsitektur masih bersih” ungkap Hafizh.
Lobby utama
Area lobby memiliki desain interior khas Jawa di mana terdapat aksen kayu dan ukiran-ukiran. Suasana klasik Jawa ini didukung dengan alunan musik gamelan yang menenangkan.

Cahaya hadir dengan halus (subtle lighting) dengan karakteristik soft and spot yaitu hanya menyorot yang komponen yang penting saja. Contohnya, lemari kayu di area resepsionis disorot dengan rapi. Area duduk dengan spotlight dan lampu meja. Suasana ruang terdefinisi dengan tone yang calm dan elegan.

Iom mengungkapkan bahwa lobby ini adalah jiwa dari bangunan Hotel Tentrem Jakarta. Hal yang selaras juga disampaikan Hafizh, dia merasa wow ketika masuk ke lobby utama. Hal ini merupakan hasil kerja sama antar desainer sangat kuat pada proyek ini sehingga hasil lighting yang memuaskan, begitu jelas Iom.


Koridor
Fungsi penerangan koridor untuk membimbing tamu menuju kamarnya. Pencahayaan koridor juga menjadi pengantar ketenangan. Lightingnya didesain halus dan kontras rendah sehingga ketika memasuki kamar pada level pencahayaannya sama. Adanya pencahayaan dinding dengan teknik scallop yang ritmis menjadi penuntun arah bagi pengunjung. Selain itu, lighting khusus pada nomor kamar memudahkan pengunjung mengidentifikasi kamar.
Kamar
Kamar merupakan puncak ketenangan tamu bisa memaksimalkan untuk istirahat dan mengisi ulang energi. Pencahayaan di kamar dibuat subtle dan sedikit bayangan. Menurut Iom pencahayaan kamar sederhana karena menyorot yang penting saja. Ambience lighting didapat dari indirect lighting (cove lighting). Sementara accent lighting yang halus dan memiliki sudut lebar. Di samping tempat tidur terdapat dua lampu dekoratif dan lampu baca.


“Di kamar yang paling tranquil” jelas Iom
Taman
Suasana taman dibuat syahdu. Sorot bayangan dari pohon pada lantai menambah suasana syahdu di malam hari. Taman berada disamping bangunan ballroom yang memiliki gaya arsitektur Jawa. Nuansa Jawa yang diangkat Hotel Tentrem Jakarta membuat pengunjung bernostalgia dengan Jawa meskipun berada di Tangerang sehingga pengunjung dapat refreshing. (Baca juga artikel mengenai bayangan di sini).
Ballroom
Lighting ballroom memiliki sequence dari prefunction ke dalam ballroom. Di mana prefunction yang memiliki pencahayaan yang lebih tenang. Sementara, ballroom sebagai pusat aktivitas, pencahayaannya lebih ramai.
Pencahayaan prefunction memiliki warm tone dan lebih merata. Ukiran besar disorot sebagai point of interest.



Pencahayaan ballroom lebih kontras dengan adanya bayangan di atas plafon. Selain itu memiliki banyak lighting fixtures dan tone warna yang lebih cool sehingga membuat pengunjung lebih sigap untuk mengikuti acara di dalam ballroom.
Jadi, ketenangan yang didapat di hotel Tentrem Jakarta merupakan ketenangan yang dibagun dari lighting awal masuk, proses check-in, dan memasuki kamar. Itulah yang diterapkan pada Hotel Tentrem Jakarta dengan konsep kasampurnan. Teman-teman penasaran dengan behind the scene dari proyek lighting yang menarik lainnya? Nantikan artikel berikutnya ya!
Baca juga Lighting Lobby Aman Tokyo



