Bukan hanya color temperature saja, temukan variabel lainnya
Ambient light merupakan faktor penentu bagaimana suasana atau emosi yang ingin diciptakan di ruangan. Ibaratnya, ketika kita belajar musik, ada melodi-melodi tertentu yang menggambarkan apakah itu lagu ballad, rock, atau jazz. Nah, ambient light bisa dikatakan cahaya dasar.
Yuk luminerds, kita ekspolarasi mengenai ambient light, mulai dari pengertian, variabel yang mempengaruhi, dan contoh implementasinya di lapangan!
Pengertian Ambient Light
Apa itu ambient light? Ambient light dapat didefinisikan sebagai cahaya yang mengisi volume ruang. Karakteristik ambient light di antaranya:
- memiliki komponen cahaya yang halus dan tidak berbayang.
- cahayanya seragam dan merata.
- tidak ada hierarki (tidak ada kontras).
Ambient Light menurut Richard Kelly
Ambient luminescence is the uninterrupted light of a snowy morning in the open country. It is foglight at sea in a small boat, it is twilight haze on a wide river where shore and water and sky are indistinguishable. It is in any art gallery with strip-lighted walls, translucent ceiling, and white floor. (…) Ambient light produces shadowless illumination. It minimizes form and bulk.

Ambient Light di Keseharian
Tanpa kita sadari, dalam keseharian kita cahaya hadir membentuk scene yang beragam. Lighting design itu sebenarnya mempelajari cahaya alami. Lebih lanjut kita akan bahas konsep lighting biofilik di artikel lanjutan. Coba kita perhatikan cahaya di sekitar kita, mulai dari direct dan indirect light lalu perhatikan perasaan apa yang muncul ketika melihat pemandangan itu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi ambient light
Suasana yang terbentuk tidak hanya satu faktor, misal tidak hanya color temperatur saja (warm dan cool light). Ambience dapat dirasakan melalui pengalaman dan merasakan langsung di dalam ruangan.
Intensitas Cahaya
Intensitas cahaya menentukan bagaimana suasana yang akan diciptakan di dalam ruang. Misalnya, kamar membutuhkan intensitas yang rendah. Intensitas yang terang dibutuhkan untuk ruangan yang membutuhkan fokus tinggi misalnya ruang kerja.


Temperatur Cahaya
Temperatur cahaya yang sering, mengikuti temperatur cahaya matahari dari terbit sampai terbenam. Color temperature dinyatakan dalam satuan Kelvin.
| Color Temperature (K) | Warna yang tampak |
| 1000-2000 K | very warm, red-orange |
| 2000-3200 K | warm, yellowish |
| 4000-4500 K | neutral-warm |
| 5000-5500 K | daylight-white |
| 6000-7000 K | coolwhite, blueish |
| 8000-1200 K | very blue, blue tint |

Arah cahaya
Selain intensitas, arah cahaya mana cahaya itu jatuh. Arah cahaya yang vertikal (direct) dari plafon akan menciptakan bayangan yang keras. Di sisi lain, cahaya horizontal memberikan suasana lain yang berbeda.


Contoh Penerapan ambience Light
Ada banyak cara untuk membuat ambience light dengan syarat seperti yang disebutkan sebelumnya: cahaya memenuhi volume, tersebar merata, tidak ada kontras. Pada artikel ini memberikan beberapa contoh penerapan ambience light menggunakan cove light, direct linear light, dan wide beam down light.
Cove Light
Salah satu cara untuk menerapkan dengan cove light yang memberikan indirect light. Efek cahaya yang didapat cahaya dan bayangan yang halus.

Direct Linear Light
Linear light salah satu lampu yang familiar di masyarakat. Kita dapat memasangnya langsung pada plafon untuk menciptakan ambience light. Hasilnya, pencahayaan lebih merata dan bayangan juga lebih halus.

Wide Beam Downlight
Kita bisa menerapkan ambience light dengan dengan donwlight lho, dengan catatan lampunya memiliki sudut yang lebar. Pencahayaan yang dihasilkan bayangan yang lebih keras. Hasilnya cahaya tidak sepenuhnya mengisi ruang sekitar 70% saja, akan tetapi hal ini sudah dipertimbangkan sebagai ambience light.

Studi Kasus
Perhatikan foto di bawah ini. Kira-kira ambient light berasa dari mana? Apa warna cahayanya? Lalu, suasana apa yang terbentuk di ruangan ini? Coba luminerds jawab dulu yaaa!

Ambient light berasal dari cove light dengan warna warm white. Suasana intimate terbentuk bukan hanya dari warna cahaya karena ada bauran warna biru di dekat display. Suasana intimate didukung adanya fixture yang berada di dekat meja dan kontras area meja yang memisahkan dengan lingkungan sekitar.
Secara umum, dengan menerapkan ambience light yang sesuai sudah cukup memenuhi fungsi ruang. Namun, untuk menambah added value dan visual clue biasanya ditambahkan focal glow atau accent light. Nantikan artikel selanjutnya ya luminerds, mengenai accent light!