Follow
Don't be left behind

Enter your email address to subscribe and receive notifications of new posts by email.

Ambient Light: Kunci Lighting Designer dalam Menciptakan Suasana Ruang

Bukan hanya color temperature saja, temukan variabel lainnya

Ambient light merupakan faktor penentu bagaimana suasana atau emosi yang ingin diciptakan di ruangan. Ibaratnya, ketika kita belajar musik, ada melodi-melodi tertentu yang menggambarkan apakah itu lagu ballad, rock, atau jazz. Nah, ambient light bisa dikatakan cahaya dasar.

Yuk luminerds, kita ekspolarasi mengenai ambient light, mulai dari pengertian, variabel yang mempengaruhi, dan contoh implementasinya di lapangan!

Pengertian Ambient Light

Apa itu ambient lightAmbient light dapat didefinisikan sebagai cahaya yang mengisi volume ruang. Karakteristik ambient light di antaranya:

  • memiliki komponen cahaya yang halus dan tidak berbayang.
  • cahayanya seragam dan merata.
  • tidak ada hierarki (tidak ada kontras).

Ambient Light menurut Richard Kelly

Ambient luminescence is the uninterrupted light of a snowy morning in the open country. It is foglight at sea in a small boat, it is twilight haze on a wide river where shore and water and sky are indistinguishable. It is in any art gallery with strip-lighted walls, translucent ceiling, and white floor. (…) Ambient light produces shadowless illumination. It minimizes form and bulk.

Photo by Lute on Unsplash

Ambient Light di Keseharian

Tanpa kita sadari, dalam keseharian kita cahaya hadir membentuk scene yang beragam. Lighting design itu sebenarnya mempelajari cahaya alami. Lebih lanjut kita akan bahas konsep lighting biofilik di artikel lanjutan. Coba kita perhatikan cahaya di sekitar kita, mulai dari direct dan indirect light lalu perhatikan perasaan apa yang muncul ketika melihat pemandangan itu.

Ambient luminescene cahaya halus di antara kabut. Focal glow menyorot mobil dengan direct light dari cahaya matahari. Photo © Anggi Rafika

Faktor-faktor yang mempengaruhi ambient light

Suasana yang terbentuk tidak hanya satu faktor, misal tidak hanya color temperatur saja (warm dan cool light). Ambience dapat dirasakan melalui pengalaman dan merasakan langsung di dalam ruangan.

Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya menentukan bagaimana suasana yang akan diciptakan di dalam ruang. Misalnya, kamar membutuhkan intensitas yang rendah. Intensitas yang terang dibutuhkan untuk ruangan yang membutuhkan fokus tinggi misalnya ruang kerja.

Intensitas yang lebih redup dan warm untuk kamar tidur. Lighting design Lumina Group. Photo © Abdi Ahsan
Intensitas lebih terang dan warna yang cool untuk suasana ruang kerja. Photo and lighting design © tim Lumina.

Temperatur Cahaya

Temperatur cahaya yang sering, mengikuti temperatur cahaya matahari dari terbit sampai terbenam. Color temperature dinyatakan dalam satuan Kelvin.

Color Temperature (K)Warna yang tampak
1000-2000 Kvery warm, red-orange
2000-3200 Kwarm, yellowish
4000-4500 Kneutral-warm
5000-5500 Kdaylight-white
6000-7000 Kcoolwhite, blueish
8000-1200 Kvery blue, blue tint
Picture © Canva Pro

Arah cahaya

Selain intensitas, arah cahaya mana cahaya itu jatuh. Arah cahaya yang vertikal (direct) dari plafon akan menciptakan bayangan yang keras. Di sisi lain, cahaya horizontal memberikan suasana lain yang berbeda.

Perubahan ambience light menggunakan beberapa sumber cahaya dan arah yang berbeda. Video © Anggi Rafika
Ambience light menggunakan linear dengan posisi lampu ada di plafon, menghasilkan highlight dan bayangan lebih tajam (kontras tinggi). Photo © Anggi Rafika
Ambience light menggunakan glow panel pada ketinggian 1.6 meter di sebelah kanan dan kiri. Suasana yang terbentuk lebih intimate karena sumber cahaya dekat. Selain itu, kontras rendah. Photo © Anggi Rafika

Contoh Penerapan ambience Light

Ada banyak cara untuk membuat ambience light dengan syarat seperti yang disebutkan sebelumnya: cahaya memenuhi volume, tersebar merata, tidak ada kontras. Pada artikel ini memberikan beberapa contoh penerapan ambience light menggunakan cove light, direct linear light, dan wide beam down light.

Cove Light

Salah satu cara untuk menerapkan dengan cove light yang memberikan indirect light. Efek cahaya yang didapat cahaya dan bayangan yang halus.

Lighting design and photo © Lumina team

Direct Linear Light

Linear light salah satu lampu yang familiar di masyarakat. Kita dapat memasangnya langsung pada plafon untuk menciptakan ambience light. Hasilnya, pencahayaan lebih merata dan bayangan juga lebih halus.

Lighting design and photo © Lumina team

Wide Beam Downlight

Kita bisa menerapkan ambience light dengan dengan donwlight lho, dengan catatan lampunya memiliki sudut yang lebar. Pencahayaan yang dihasilkan bayangan yang lebih keras. Hasilnya cahaya tidak sepenuhnya mengisi ruang sekitar 70% saja, akan tetapi hal ini sudah dipertimbangkan sebagai ambience light.

Lighting design and photo © Lumina team

Studi Kasus

Perhatikan foto di bawah ini. Kira-kira ambient light berasa dari mana? Apa warna cahayanya? Lalu, suasana apa yang terbentuk di ruangan ini? Coba luminerds jawab dulu yaaa!

Lighting design © Lumina Group. Photo © Abdi Ahsan

Ambient light berasal dari cove light dengan warna warm white. Suasana intimate terbentuk bukan hanya dari warna cahaya karena ada bauran warna biru di dekat display. Suasana intimate didukung adanya fixture yang berada di dekat meja dan kontras area meja yang memisahkan dengan lingkungan sekitar.


Secara umum, dengan menerapkan ambience light yang sesuai sudah cukup memenuhi fungsi ruang. Namun, untuk menambah added value dan visual clue biasanya ditambahkan focal glow atau accent light. Nantikan artikel selanjutnya ya luminerds, mengenai accent light!

Total
0
Shares
Previous Article

Kontras Cahaya: Bagaimana Menerjemahkan Emosi dalam Lighting?

Next Article
accent light on reading corner

Accent Light: Apa Saja yang Perlu disorot dan Alasannya

Related Posts
Total
0
Share