Follow
Don't be left behind

Enter your email address to subscribe and receive notifications of new posts by email.

Mengenal Komorebi dan Penerapannya dalam Desain Bangunan

Cahaya dan bayangan melalui celah dedaunan

Komorebi, fenomena alam di sekitar kita memberikan koneksi kita dengan alam dan memberikan manfaat untuk kesehatan mental. Di artikel ini akan membahas pengertian, fenomena fisikanya, penerapan dalam bangunan dan penelitian yang berkaitan. Yuk simak penjelasannya!

Apa itu Komorebi?

Komorebi merupakan istilah bahasa Jepang yang menggambarkan cahaya matahari yang menyusup dari celah dedaunan yang membentuk pola-pola kecil. Keindahannya merupakan kombinasi antara brilliance dari cahaya matahari dan bayangan dari daun. Hal ini menarik karena antara bayangan dan cahaya dalam batas yang tipis atau seperti kesatuan.

Photo by Fumiaki Hayashi via Unsplash

Efek Pinhole

Apakah luminerds memperhatikan ketika bayangan jatuh di tanah membentuk lingkaran kecil-kecil padahal pola daun di atas acak dan bersudut. Sebenarnya pola lingkaran kecil itu merupakan gambar dari matahari. Kok bisa?

Berdasarkan efek pinhole, cahaya matahari melewati celah kecil di antara daun berperan seperti kamera dan bentuk matahari itu yang tertangkap di tanah. Menariknya lagi, ketika terjadi gerhana matahari, bentuknya akan menjadi sabit (tidak lagi lingkaran).

Ketika daun bergerak, gambar matahari itu menjadi samar dan tidak beraturan. Hal ini yang membuatnnya terasa lebih hidup. Jadi, komorebi sebenarnya gambar matahari yang tak terhitung jumlahnya yang membentuk landskap cahaya.

Photo by eunseo kim

Manfaat bagi kesehatan

Jika kita perhatikan, keberadaan komorebi melambangkan kepekaan kita sesuatu yang bersifat sementara dan kesadaran akan waktu. Dilansir dari unggahan Xander Cadish, beberapa manfaat komorebi diantaranya:

  • melembutkan pandangan
  • menurunkan detak jantung
  • menenangkan sistem syaraf
Photo by Dongdilac

Bagaimana penerapan dalam bangunan?

Salah satu arsitek yang menerapkan konsep komorebi adalah Kengo Kuma. Desainnya memecah balok menjadi bagian kecil-kecil sehingga dapat memfilter cahaya. Di bawah ini gambar hanya untuk ilustrasi.

Photo by Lawrence Lam

Pada arsitektur Jepang, penggunaan shoji menjadi screen bagi bayangan dan cahaya. Hal ini memberikan koneksi dengan outdoor walupun kita berada di dalam ruangan.

Photo by SHIMADA MASAKI

Penelitian

Ada beberapa penelitian lebih lanjut yang dapat luminerds pelajari mulai dari prototype, penerapan di bangunan dan dunia sinema.

  • Master thesis dari Zhujing Zhang – Arsitektur MIT berjudul Komorebi – Embedding Dappled Sunlight in the Built Environment. Studi ini meneliti bagaimana potensi penerapan komorebi dalam bangunan. Penelitian ini termasuk membuat prototype dijelaskan dengan detail dari material dan aktuator, sirkulasi udara, tes parameter pinhole, perhitungan fisika dan evaluasi performanya. Hasil penelitian menunjukan adanya intervensi ini memberikan manfaat untuk ruangan dengan akses ke alam yang terbatas dan membangkitkan memori untuk terkoneksi dengan alam.
  • Exploring the Benefits of Komorebi Light Patterns: A Pilot Study. Pilot studi ini menganalisis efek komorebi secara penilian subjektif dan fisiologi jika diamati dalam lingkungan indoor. Penelitian menggunakan media video digital yang ditayangkan dalam ruangan dan dilakukan assessment terhadap Hasil penelitian akan tetapi untuk aspek fisiologi belum ada pengaruh yang berarti.
  • Komorebi – The Light of Tomorrow – Daylight Investigations dilalukan oleh Katarzyna Dąbrowska dari Politechnika Opolska dari Polandia dipublikasikan di laman Daylight and Achitecture pada tahun 2024. Penelitian ini menerapan konsep komorebi untuk bangunan perpustakaan. Desain meliputi atap gelas kaca, moving facade, facade frame dan frame.
  • Reflection of Light and Nature in Cinematic Space: “Komorebi” in Wim Wenders’ Perfect Days. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adanya permainan cahaya dan bayangan memberikan nilai tambah pengalaman spasial, memperkuat storytelling dan menambah nilai estetika visual.

Pay attention to detail. Kita perlu untuk hadir dan meningkatkan kesadaran terhadap apa yang ada di sekitar kita. Lalu menjadikannya inspirasi untuk karya-karya lighting design. Luminerds bisa baca artikel lain tentang hal-hal di sekitar kita yang bisa buat inspirasi seperti warna langit dan bayangan.

Sumber:

Zhang, Zhujing. (2020). Komorebi – Embedding Dappled Sunlight in the Built Environment. Massachusetts Institute of Technology.

Zhang, Zhujing & Andersen, Marilyne. (2025). Exploring the Benefits of Komorebi Light Patterns: A Pilot Study. J. Phys.: Conf. Ser. 3140 122013.

Dąbrowska, Katarzyna. (2024). Komorebi – The Light of Tomorrow – Daylight Investigations. Daylight and Architechture. https://www.daylightandarchitecture.com/project/2024-komorebi/

SEVİNDİK, Senem MÜŞTAK. (2025). Reflections of Light and Nature in Cinematic Space: Komorebi in Wim Wenders’ Perfect Days. Çukurova Üniversitesi Sosyal Bilimler Enstitüsü Dergisi. Vol. 34 hlm. 669-690. https://doi.org/10.35379/CUSOSBIL.1587045

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Article

Brilliant Light: Kilau Cahaya yang Membangkitkan Emosi Positif

Related Posts
Total
0
Share