Follow
Don't be left behind

Enter your email address to subscribe and receive notifications of new posts by email.

6 Kualitas Cahaya Menurut Richard Kelly yang Jarang Orang Ketahui

Gagasan desain pencahayaan Richard Kelly dalam esainya

Space is nothing until interrupted. Light is invisible until interrupted by a surface, line, or point, thus made visible – Richard Kelly

Pembahasan layers of light sering kita dengar dan ketahui. Selain topik itu, ternyata ada penjelasan lanjutan Richard Kelly mengenai 6 kualitas cahaya yang dijelaskan di esainya yang berjudul “Lighting as an Integral Part of Architecture“yang publikasikan di College Art Journal. Hal ini penting diketahui untuk dapat mendesain pencahayaan secara utuh. Apa saja kualitas itu, yuk kita simak penjelasannya satu per satu:

1. Tingkat Penerangan (Iluminansi)

Intensitas cahaya atau lebih popular disebut tingkat penerangan adalah jumlah total flux cahaya yang jatuh pada suatu permukaan atau bidang kerja dinyatakan dalam satuan Lux.

Parameter ini yang sering kita temui dan baca ketika membaca standard. Sebagai informasi tambahan, ada dua yang perlu kita pertimbangkan dalam mendesain cahaya yaitu vertical illumination (tingkat penerangan yang jatuh pada bidang vertikal) dan horizontal illumination (tingkat penerangan pada bidang horizontal). Mengapa hal ini penting? Karena pada suatu ruangan atau tempat ada benda/kondisi tertentu yang membutuhkan sorot cahaya secara horizontal saja, vertikal saja ataupun kombinasi keduanya.

iluminansi dan luminansi merupakan contoh dari 6 kualitas cahaya menurut Richard Kelly
Design by Luminapedia via Canva

2. Brightness (Luminansi)

Brightness atau tingkat kecerahan (secara saintifik disebut luminansi) adalah cahaya tampak per satuan luas yang dipantulkan atau dipancarkan melalui suatu permukaan atau area dengan satuan candela/m2. Sederhananya, luminansi adalah hasil dari iluminansi yang jatuh ke permukaan dan reflektansi dari permukaan itu sendiri.

Brightness dan tingkat penerangan sering kali dianggap sebagai parameter yang sama. Jika diperhatikan pada ilustrasi di atas, luminerds akan mudah menemukan perbedaannya.

Dalam mendesain cahaya yang diharapkan ruangan memiliki intensitas tinggi dan brightness yang rendah. Apabila brightness yang berlebihan dapat menyebabkan silau yang mengganggu mata. Richard Kelly mengingatkan lighting designer untuk memperhatikan bagaimana penempatan permukaan yang reflektif, kaca, permukaan putih yang dapat menimbulkan silau sekalipun menggunakan fixture yang canggih.

3. Distribusi Cahaya (Penyebaran Cahaya)

Bagaimana cahaya menyebar juga menjadi salah satu kualitas cahaya yang dibahas oleh Richard Kelly. Cahaya yang tersebar atau difus dideskripsikan seperti kondisi pantai yang penuh kabut. Tingkat difusi cahaya bergantung pada ukuran sumber cahaya secara relatif.

Pada esainya Richard Kelly menyebut hard light (sering juga disebut direct light) untuk mendeskripsikan cahaya non-diffuse. Baik difuse light maupun hard light memiliki peran masing-masing. Ada kalanya memang dibutuhkan direct light untuk menyorot benda-benda tertentu misalnya kristal untuk menciptakan efek glittery.

Distribusi cahaya, kualitas cahaya ke-3
Photo by Sam Wake via Unsplash

4. Spectral Color

Spectral color (warna spektral) adalah warna-warna yang dihasilkan oleh cahaya dengan satu panjang gelombang tunggal dalam spektrum tampak. Di dalam esainya, Richard Kelly menjelaskan pentingnya peran warna dalam desain pencahayaan.

Kehadiran warna yang kita rasakan sebenarnya itu bersifat relatif karena kehadiran warna-warna lainnya. Jika kita hanya melihat satu warna contohnya pada ruangan yang menggunakan lampu SOX berwarna oranye, benda-benda disekitar kita menjadi berwarna abu dan hitam.

Cahaya matahari yang berubah dari terbit sampai terbenam membawa pesan tersendiri yang menjadi inspirasi dalam pencahayaan buatan. Baca artikel lebih detail topik ini di sini.

  • Suasana matahari terbit dan terbenam. Langit berwarna oranye kemerahan membuat kulit dan peredaran darah tampak lebih sehat.
  • Suasana siang hari. Di mana cahaya matahari tampak berwarna putih.
  • Suasana senja. Pada saat matahari terbenam, langit menjadi warna biru gelap ke abuan. Hadirnya lilin atau cahaya warm pada suasana ini menjadikan kontras.
Photo © Anggi Rafika
Photo and lighting design © Lumina Group

5. Arah cahaya

Kualitas cahaya selanjutnya mengenai arah cahaya yang datang relatif dengan ketinggian mata. Jika cahaya dominan berada di atas ketinggian mata akan memberikan kesan formal. Sebaliknya, jika di bawah ketinggian mata akan memberikan kesan informal dan cozy.

Arah datang cahaya memberikan kesan tertentu menurut Richard Kelly
Design by Luminapedia via Canva

6. Cahaya dinamis (Dynamic Light)

Kualitas cahaya ke-6 merupakan cahaya dinamis (dynamic light). Gerakan cahaya (light movement) bisa dalam bentuk pergerakan ril dari cahaya contohnya: perubahan warna, intensitas atau perubahan arah cahaya. Selain itu, bisa juga bentuk perubahannya tersirat (implied), komposisi cahaya dalam ruangan memberikan perasaan dinamis, seperti gradasi cahaya dari gelap ke terang yang”menggerakkan orang untuk menuju area terang; atau susunan pencahayaan yang memberikan ritme membuat ruangan jadi tidak terasa statis.

Photo and lighting design © Lumina Group

Pada penutup esainya, Richard Kellly membagikan tiga kunci dalam mendesain cahaya:

  1. melatih mata untuk mengamati cahaya
  2. memupuk kemampuan dan pengalaman efek budaya dan psikologi dibalik cahaya
  3. meningkatkan kemampuan teknis

Jadi, pengetahuan mengenai 6 kualitas cahaya tersebut dan teori tiga layer cahaya (baca seri artikel sebelumnya di sini) menjadi bekal untuk mendesain pencahayaan. Kemudian pengetahuan tersebut dikombinasikan dengan budaya dan iklim setempat, serta analisis kebutuhan psikologi dan fisiologi akan menghasilkan desain pencahayaan yang indah dan nyaman bagi penghuninya. Luminerds, bisa mulai dengan berlatih mengamati cahaya di dekat teman-teman, misalnya cahaya matahari terbenam tadi berwarna apa? Apa saja warna kombinasinya, dan temuan-temuan pengamatan lainnya!

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Article

Mengenal Komorebi dan Penerapannya dalam Desain Bangunan

Related Posts
Total
0
Share