Follow
Don't be left behind

Enter your email address to subscribe and receive notifications of new posts by email.

Kontras Cahaya: Bagaimana Menerjemahkan Emosi dalam Lighting?

Kombinasi gelap terang sebagai kunci dalam lighting design

Lighting design bukan berarti hanya membertimbangkan cahaya saja. Gelap pun dirangkul menjadi bagian terintegrasi dalam perancangan cahaya. Justru perbedaan gelap dan terang atau kontras cahaya ini yang diracik oleh para lighting designer untuk membentuk suasana ruang dan membangun emosi.

Lalu, bagaimana cara membentuk kontras? Pertama kita perlu paham dulu istilah low light dan high light. Sebenarnya istilah ini merupakan istilah sama yang digunakan dalam seni melukis ,menggambar, fotografi, dan sinematografi. Minped share agar luminerds bisa terbayang analogi antara lighting design dan bidang-bidang tersebut.

Contoh pemodelan dalam gambar, luminerds bisa belajar di sini.

Pembelajaran foreground, middle ground, dan backgound dari sisi fotografi dan cinematografi bisa dipelajari pelan-pelan di sini.

Mengamati Low light dan High Light

Ketika cahaya mengenai sebuah obyek akan menghasilkan bayangan. Kita belajar memperhatikan mana yang lebih terang dan mana yang lebih gelap.

Photo via freepik

Kombinasi antara highlight dan lowlight dapat mendefinisikan bentuk (form) dan jarak (depth).

Manfaat Kontras

Adanya kontras cahaya digunakan untuk menunjukkan hierarki atau kedudukan. Hierarki dibutuhkan untuk mengarahkan fokus perhatian visual dari penghuni. Bagian paling penting mendapat sorot cahaya/highlight dan berlaku sebaliknya bagian yang tidak terlalu penting tidak perlu disorot.

  • menentukan foreground, middleground background.
  • memunculkan mana penting dan tidak terlalu penting.
Kontras memisahkan foreground, middleground, dan background. Photo by 不爱玩 先生 on Unsplash
Kontras menunjukan meja resepsionis dan area duduk sebagai hierarki tertinggi di ruangan. Photo Abdi Ahsan. Lighting Design Lumina Group

Menciptakan suasana ruangan.

Tanpa disadari kehadiran kontras cahaya di dalam ruangan dapat menciptakan suasana. Misalnya, untuk menciptakan suasana dramatis dengan menerapkan pencahayaan yang high contrast. Perhatikan kontras cahaya di beberapa ruangan di bawah ini untuk ambience dan fungsi ruang yang berbeda-beda:

Menampilkan tekstur dari permukaan material

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kontras dapat mendefinisikan jarak dan bentuk. Hal ini yang membuat suatu obyek menjadi berbentuk 3D sehingga telihat teksturnya.

Art work di Hotel The Meru. Photo © Abdi Ahsan. Lighting design © Lumina Group.

Brightness Contrast

Perbandingan intensitas cahaya antara yang lebih gelap (low light) dan lebih terang (high light) disebut brigtness contrast ratio. Kenapa hal ini penting karena contrast ratio ini akan membentuk suasana di dalam ruang, kombinasi antara ambience light dan accent light.

  • Low contrast dengan perbandingan 2-3:1.
  • Medium kontras dengan perbandingan 5:1. Medium kontras menciptakan suasana kontras yang nyaman.
  • High contast dengan perbandingan 10:1. Perbedaan kontras ini menonjol sehingga memantik emosi dan membentuk suasana yang dramatis, intimate.
Ilutrasi © Emte di Buku Lux Sit
Suasana api unggun di mana sekeliling gelap, menciptakan suasana yang intimate yang membawa orang-orang untuk berkumpul. Photo © Klara Kulikova via Unsplash

Color Contrast

Salah satu cara untuk menunjukkan kontras dapat menggunakan warna. Penggunaan warna bukan hanya untuk terlihat menarik dengan warna-warni. Tetapi bagaimana untuk menunjukkan kontras, dengan menggunakan colour wheel untuk memilih kombinasi warna, seperti: warna komplementer, warna gradasi, ataupun monokrom. Pembahasan warna ini bisa di baca di artikel ini.

Memisahkan foreground dan background melalui kontras warna, paling efektif dengan menerapkan complementary color.

Picture © Canva
 Photo © Deby Amelia Wijaya

Temperature Contrast

Photo © Abdi Ahsan

Intensitas cahaya bulan pasti lebih lemah dibanding cahaya lampu LED. Kontras warna terbentuk karena warna cahaya bulan yang cool berlawanan dengan warna cahaya LED yang warm tone. Cahaya bulan terasa terang dan dapat mengimbangi cahaya lampu, karena adanya kontras temperatur.

Photo © Abdi Ahsan

Contoh lain dari kontras temperatur. Warna hijau bukan merupakan warna komplementer dengan ungu, tetapi tetap dapat memberikan kontras karena berada dalam range cool vs warm. Selain itu, kontras lebih terasa karena adanaya brightness contrast. Hal ini disebabkan oleh sifat translucent dari daun yang terlihat berpendar, sehingga tampak lebih terang.


Sekarang luminerds jadi lebih paham kan mengapa kita perlu memperhatikan kontras dalam lighting design. Perbandingan antara cahaya (highlight) dan bayangan (low light) ini yang membentuk suasana dan memantik emosi kita. Lebih lanjut kita akan penerapan dalam lighting design di mulai dengan membahas tentang bagaimana membentuk ambience di artikel selanjutnya. Pantau terus Luminapedia ya!

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Article

Belajar lighting design dari 0

Related Posts
Total
0
Share