Menjelaskan miskonsepsi tentang lighting design bagi orang awam
Tahun baru 2026, awal yang baru! Sudah waktunya meninggalkan pandangan lama tentang lighting design. Era baru untuk meningkatkan produktivitas, kesehatan dan kesejahteraan batin dengan desain pencahayaan yang layak. Berikut 5 hal penting yang perlu Luminerds ketahui untuk memahami lighting design dengan tepat:
1. Lighting itu bukan hanya bagi kalangan tertentu
Lighting semestinya dapat dinikmati oleh semua kalangan, dari proyek skala kecil sampai proyek skala besar (high-end), dan dari segi usia mulai dari anak-anak sampai dewasa.
Memang pada mulanya, lighting design berkembang diterapkan untuk gedung tinggi, seperti hotel, villa resort, gedung perkantoran, dan mall. Tetapi, seiiring jalannya waktu, lighting design sekarang mulai diterapkan untuk bangunan skala kecil seperti rumah tinggal, kafe, restoran.
Pada tahun 2024, Lumina Group menyelenggarakan workshop internal yang bekerja sama dengan BINUS berhasil menerapakan lighting untuk warung angkringan. Buat luminerds, yang ketinggalan bisa baca artikelnya di sini!

Selain itu, pada tahun 2025, penelitian mengenai penerapan pencahayaan untuk ruang kelas preschool yang dipresentasikan di acara Enlightened Bali 2025, detailnya di sini!

Ada lagi, penerapan landscape lighting untuk ruang publik di event Oktober Kreasi yang merupakan bentuk kerja sama Kementerian Ekonomi Kreatif, Lightbox, dan Superlative. Desain pencahayaan bertujuan untuk skate park Dukuh Atas dengan tema Colorful Jungle.

Jadi buat luminerds berpikiran lighting itu eksklusif itu salah yaa! Lighting itu inklusif dan untuk semua orang baik di ruang pendidikan, warung, dan ruang publik!
2. Lighting design itu tidak selalu memerlukan banyak lampu
Mungkin orang akan berpikir kalau pake jasa lighting design akan ribet karena harus memasang banyak jenis lampu untuk satu ruangan. Faktanya, dalam lighting design setiap lampu yang terpasang memiliki intensi yang menunjang kebutuhan fisiologi dan psikologis. Nah selain itu, perlu diperhatikan lagi dalam lighting design yang diperhatikan itu sifat cahayanya, bukan dari lampunya. Contoh, apakah cahaya yang diperlukan direct atau indirect, berapa sudutnya, warna cahayanya, dan lain-lain.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, lighting designer merancang pencahayaan untuk kebutuhan manusia di dalam ruang tersebut. Memang, dalam teori lighting design ada 3 layer pencahayaan: ambience, focal glow, dan brilliance. Tetapi bukan, bukan tidak mungkin lho dalam satu ruang bisa menggunakan satu fixture yang dapat memenuhi fungsi ambience light, accent light. Contohnya seperti di bawah ini:


Dan kalaupun, nanti hasilnya ada beberapa jenis lampu yang digunakan, pasti sudah diperhitungkan dan disimulasikan melalui software sesuai dengan intensi untuk mencapai tujuan terpenuhinya kebutuhan fisiologi dan psikolgis penghuninya.
3. Pake jasa lighting design bukan berarti jadi boros listrik

Biasanya nih, terus muncul pertanyaan lain. Kalau banyak lampu berarti boros listrik dong? Nah tenang, berikut penjelasannya:
Mungkin salah kaprah dari kampanye hemat energi itu identik dengan logo lampu. Faktanya, dalam penggunaan energi suatu bangunan lighting/pencahayaan hanya mengkonsumsi 20% dari total penggunaan energi. Presentase ini lebih kecil jika dibandingkan dengan penggunaan pendingin ruangan atau AC yang menggunakan listrik lebih besar 60% (Sumber: ASEAN Centre for Energy).

Berita terkini dari SETI menunjukkan pada bangunan non-hunian, sistem tata udara menjadi beban listrik tertinggi di perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, dan fasilitas publik lainnya. (Sumber: ANTARA, 27 November 2025)

Jadi, lighting memakan porsi yang jauh lebih kecil dari keselurahan penggunaan energi. Namun, bukan berarti hal ini menjadi pembenaran untuk jor-joran yaa!
Jadi untuk menghemat energi, waktu penggunaan sangat penting untuk diperhatikan. Selain itu, agar lebih hemat energi, ada teknologi dimmer untuk meredupkan lampu, sehingga energi yang digunakan lebih sedikit.
Nah, misalnya saja setelah didesain pencahayaan ternyata ada banyak lampu yang digunakan. Jangan kaget dulu dengan total daya yang terinstal. Energi yang digunakan bukan itu, ingat pelajaran fisika dulu? Energi yang digunakan itu, daya yang terpasang dikalikan dengan waktu penggunaan.
4. Lighting itu tidak harus memakai lampu mahal
Bagi orang awam, pencahayaan yang didesain itu harus memakai lampu yang mahal misalnya lampu chandelier yang gemerlap. Tidak harus selalu seperti itu yaa luminerds!
Untuk dapat menerapkan lighting design bisa banget kok menggunakan lampu yang digunakan yang mudah ditemukan di pasaran. Dengan catatan kita tahu betul, fungsi lampu itu untuk apa, dan bagaimana sifat cahayanya.
Contohnya, untuk hotel bintang 5 bisa menggunakan satu lampu reccessed floor untuk meng-highlight kolom tetapi hasilnya tetap oke.



Contoh lain, untuk menyorot gerobak sebagai main feature, bisa lho menggunakan linear light yang dikreasikan dengan kain renda untuk menciptakan glowing surface sehingga fokus pertama pengunjung langsung ke gerobak.
5. Pekerjaan lighting designer bukan cuma menentukan titik lampu saja
Lighting bukan hanya untuk menerangi dan untuk memenuhi standar iluminansi saja, tetapi lebih dari itu untuk menunjang fungsi/aktifitas dan memenuhi kebutuhan psikologi dan fisiologi. Ada banyak faktor selain titik lampu yang perlu dipertimbangkan.
Architectural lighting designer combines art, science, engineering, psychology, physiology, and business to provide high quality illumination that improves the visual appeal, environmental performance, and social equity of places and building
Bayangkan Luminerds menggambar suatu pemandangan, apakah untuk menunjukan ada obyek semua gambar diwarnai dengan warna yang sama dengan ketebalan yang sama? Tentu tidak, misalnya langit memerlukan warna biru, untuk detail pohon menggunakan biru. Jadi, terdefinisi dengan jelas setiap obyeknya. Selain itu, untuk menampakkan bentuk tiga dimensi kita perlu memperhatikan tebal tipisnya.
Begitupun lighting design, ruang beserta obyek merupakan kanvas yang siap dilukis oleh lighting designer dengan cahaya.
Jadi, sekarang harapannya makin memahami lighting desig yaa Luminerds! Jika ada pertanyaan boleh banget drop komentar dan terus pantau Luminapedia untuk update-update menarik lainnya! Stay tuned!