Poin-poin penting dari seminar HTII di Jakarta Architecture Festival 2025
Jakarta Architecture Festival (JAF) 2025 telah diselenggarakan dari tanggal 16 Oktober-26 Oktober 2025. JAF tahun ini bertema reimagining space yang bertujuan untuk membayangkan bagaimana jika sudut-sudut kota yang terabaikan didesain ulang. JAF 2025 diisi dengan beragam acara seperti pameran, kompetisi desain, seminar, talkshow, kunjungan karya, workshop, sketsa, dan masih banyak lagi. Salah satu seminar yang diadakan merupakan kerjasama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) dengan Himpunan Teknik Iluminansi Indonesia (HTII) seminar tentang bagaimana lighting bisa menjadi bagian dalam reimagining space, berikut beberapa highlight-nya:
Lighting Design yang diilhami dari cara kerja mata
Paul Gunawan dari LITAC menyampaikan pentingnya memahami bagaimana mekanisme kerja mata bagi lighting designer. Proses fisiologi mata dalam melihat melibatkan sel visual yaitu sel batang yang lebih peka terhadap low light dan sel kerucut yang lebih peka terhadap warna. Baca lebih lanjut mekanismenya di sini
Perbedaan peran dua sel tersebut memiliki implikasi ke dunia lighting desiain. Perbedaan kontras dan intensitas cahaya dapat mempengaruhi suasana dalam ruangan yang terbentuk. Di sisi lain, pencahayaan warna berperan untuk menambah detail, kedalaman, kontras, dan drama. Selain itu, warna juga memberikan hierarki visual pada arsitektur.

Tips desain pencahayaan di rumah
Auriani Pribadi dari Socialight memberikan beberapa tips dalam mendesain pencahayaan untuk rumah dengan mempertimbangkan tipe cahaya dan aktivitas.

Teknik dasar lighting dengan tiga tipe pencahayaan ada: Cahaya tersebar (ambience luminisence), cahaya berpendar (play of brilliance), dan cahaya terpusat (focal glow).
Berkaitan dengan aktivitas, desain pencahayaan mengikuti ritme bangun-tidur (Circadian Lighting). Penerapan circadian lighting dapat diterapkan dengan memperhatikan color temperatur, arah datangnya cahaya yang mengikuti pergerakan matahari. Misalnya untuk suasana sore, menggunakan warna warm dan posisi cahaya di horizon seperti suasana sunset.
Sebagai catatan, penerapan circadian lighting seperti ini mempengaruhi secara psikologis, misalnya untuk membangkitkan mood. Lebih jauh, yang dapat mempengaruhi fisiologi ada beberapa faktor lagi yang perlu diperhitungkan seperti: Equivalent Melanopic Lux (EML).
Dark Sky
Dark sky menjadi salah satu topik yang dibicarakan oleh Vicente Steve Labengas Aries dari Unilamps (manufaktur dari Thailand outdoor lighting). Desain pencahayaan outdoor perlu mempertimbangkan cahaya yang lepas ke langit larena jika menyebabkan polusi cahaya yang dapat mengganggu ekosistem. Perhitungan dark sky dengan mengetahui zona CIE Environmental Zone. Perhitungan untuk memenuhi darksky complience juga sudah bisa dilakukan melalui software DIALux.
- E0: Intrinsically Dark, daerah observasi
- E1: Dark, daerah desa yang tidak berpenghuni
- E2: Low district brightness, daerah desa yang tidak padat penduduk
- E3: Medium district brightness, contohnya pemukiman urban dan desa padat penduduk
- E4: High district brightness, contohnya pusat kota dan area komersil

Cahaya sebagai framework dalam mendesain arsitektur

Ferry Gunawan membawakan materi di mana cahaya menjadi elemen yang dalam desain arsitektur. ada tiga topik yang dipresentasikan:
- Penelitiannya mengenai Steven Holl yang mendesain bangunan dengan pemikiran cahaya. Di mana dalam sketsa Steven Holl menunjukan kesadaran arah datangnya cahaya. Dari sketsa-sketsa tersebut menunjukkan bahwa Steven Holl memperlakukan cahaya sebagai elemen arsitektur yang dipikirkan dari awal.
- Facade sebagai kurator daylight, artinya facade berperan untuk menyeleksi cahaya yang masuk ke dalam ruang) yang dapat menciptakan drama di dalam ruang. Tema ini merupakan materi thesis Ferry Gunawan di Hoschule of Wismar.
- Cahaya menjadi media mengungkapkan emosi. Ferry membagikan pengalamannya mengikuti kompetisi Museum of Emotion, dengan judul karya The light we carry. Karya ini memberikan pesan bahwa cahaya itu menjadi komunal dan memberikan harapan.
Refacade
Dian Anggraini dari Hadiparana Design membagikan pengalamannya dalam mengerjakan refacade beberapa proyek seperti: Hutan Kota by Plataran, Jakarta Design Center, dan Mason Pine Hotel Bandung. Berkaitan dengan tema reimagining space, Dian menyampaikan beberapa takeout:
- Ketika refacade suatu bangunan, sebaiknya lighting juga dilibatkan agar memaksimalkan wajah baru yang dihadirkan.
- Kombinasi antara klasik dan modern menghasilkan desain yang fresh.
- Adanya desain baru akan memberikan pengalaman baru, sehingga mengundang banyak orang untuk mengunjungi.

Voltage Drop
Pada pemaparan Harimurti dari Inventronics ada beberapa istilah yang disampaikan seperti: voltage drop dan color consistency. Voltage drop adalah kondisi di tegangan listrik yang sampai di lampu tidak sebesar yang seharusnya. Berdasarkan tulisan mengenai voltage drop di Luminapedia, kemungkinan besar terjadinya voltage drop berasal dari masalah instalasi elektrikal.
Color conistency istilah yang digunakan menggambarkan jumlah rata-rata variasi dalam satu batch produk lighting yang identik. Hal ini penting agar warna lampu yang digunakan itu memiliki warna yang sama. Metrik yang digunakan untuk color consistency yaitu Standard Deviation Colour Matching (SDM).

Instalasi Lighting
Instalasi lighting yang berada di area hall merupakan kerja sama antara Ikatan Arsitek Landskap Indonesia (IALI) dengan HTII. Desain pencahayaannya dikerjakan oleh Shabrina Layyin Aulia, dan Chairunnisa Luthfya Nurifana, Agust Danang Ismoyo. Desain pencahayaan landskap ini bertema sinergi antara arsitektur dan alam. Area dibagi ke dalam tiga zona yaitu inviting, inspiring, dan awakening di mana untuk lighting scene yang diterapkan warm dan vibrant.


Arsitektur dan lighting saling berkaitan erat satu sama lain. Ketika elemen ini bersinergi untuk membangun ruang dapat menciptakan ekosistem baru yang lebih hidup dan fungsional.
Insight dari acara ini sudah disusun dengan baik di mana pada sesi pertama lebih pengenalan lighting dari basic, penerapan lighting di lingkup kecil (rumah), serta pengenalan fixture dan istilah-istilahnya. Pada sesi kedua, pemaparan lebih mendekat dengan arsitek tentang bagaimana mengintegrasikan pencahayaan dari awal dalam mendesain arsitektur. Lebih lanjut, studi kasus beberapa proyek pemugaran yang dioptimalkan dengan desain lighting. Penerapan lighting outdoor yang berkesadaran menjaga darksky.