Kebutuhan informasi visual manusia
Di artikel sebelumnya kita sudah mempelajari ambient light sebagai fondasi suasana ruang. Selanjutnya kita akan menambahkan lapisan cahaya berikutnya yaitu accent light. Apa pengertian dan urgensinya kita bahas satu-satu di artikel ini!
A. Apa itu Accent Light?
Accent light atau focal glow adalah pencahayaan yang menonjolkan suatu obyek dengan memberikan kontras penerangan yang lebih tinggi dari sekitarnya.
B. Accent Light menurut Richard Kelly
Berdasarkan esai”Light as an Integral Part of Architecture” yang dipublikasikan dalam jurnal College Art, Richard Kelly menjelaskan focal glow sebagai berikut:
Focal glow is the follow spot on the modern stage. It is the pool of light at your favorite reading chair. It is the shaft of sunshine that warms the end of the valley… Focal glow draws attention, pulls together diverse parts, sells merchandise, separates the important from the unimportant, helps people see.


Dari penjelasan tersebut ada beberapa poin penting mengenai focal glow/accent light/highlight:
- menarik perhatian
- memisahkan bagian yang penting dan yang tidak penting
- membantu orang untuk melihat
C. Kenapa kita membutuhkan accent light.
Ruang dengan pencahayaan yang baik memudahkan dan membuat kita nyaman dalam berkegiatan. Kita merasa nyaman ketika kita mudah mengakses informasi visual (mudah melihat hal yang penting) tanpa gangguan/noise. Kebutuhan manusia mengenai informasi visual ini untuk menunjang kebutuhan aktivitas dan biologi manusia. Berikut potongan dari William Lam dalam bukunya Perception and Lighting as Formgivers for Architecture:
We are comfortable when we are free to focus our attention on what we want to see, when the information we seek is clearly visible and confirms our desire and our expectations, and when the background does not compete for our attention in a distracting way.
C. 1 Kebutuhan aktivitas
Setiap ruangan itu dirancang untuk suatu aktivitas tertentu. Contohnya ketika kita di sudut baca kita membutuhkan pencahayaan agar bisa melihat dan membaca huruf dengan jelas. Lain cerita saat memasak kita juga membutuhkan pencahayaan yang cukup terang untuk melihat perubahan warna pada masakan kita dan keamanan saat memotong bahan makanan, dan lain seterusnya.
Lighting designer yang handal harus memiliki kemampuan untuk memetakan kebutuhan aktivitas secara detail, berapa lama durasinya, frekuensinya, lokasinya, kebutuhan cahayanya vertikal atau horizontal dan lain-lain.
Kebutuhan aktivitas ini memang penting tetapi bukan satu-satunya yang paling penting hingga membuatnya menjadi penentu standar. Kita akan pelajari kebutuhan biologis, di pembahasan berikutnya.
C.2 Kebutuhan biologi
Otak manusia secara sadar dan tidak sadar terus memindai lingkungan untuk menemukan informasi, ini merupakan kebutuhan dari biologi manusia. Jika ada sesuatu yang ambigu dan berubah, otak kita akan mendeteksinya sebagai suatu gangguan atau bahaya. Dalam buku Perception and Lighting as Formgivers for Architecture, menyebutkan beberapa kebutuhan dari sisi biologis manusia di bawah ini. (Note: penjelasan lengkap tentang kebutuhan biologi selanjutnya akan dibuat di artikel terpisah).
C.2.1 Orientasi
Orientasi berkaitan dengan kesadaran tubuh di mana lokasi dan kondisi berada. Kebutuhan ini membuat kita merasa ajeg dan tidak bingung dalam suatu ruangan. Hal ini meliputi referensi informasi horizontal, perubahan ketinggian, tujuan, dan arah keluar. Ketika kita mudah menemukan informasi-informasi ini, tubuh akan merasa nyaman.

C.2.2 Keamanan fisik
Informasi ini diperlukan tubuh agar memastikan diri kita berada dalam kondisi yang aman. Kita dapat mendeteksi aman dari ancaman orang atau hewan, struktur yang membahayakan, api, cahaya yang terlalu menyilaukan atau bahaya lain.


C.2.3 Teritorial personal
Adanya kecenderungan bagi seseorang untuk memiliki ruang personal. Ruangan yang baik didesain agar memberikan ruang ini melalui informasi visual. Kebutuhan ini dapat dicapai misalnya dengan memberikan pencahayaan lokal yang memisahkan dari ruang publik yang lebih besar.

Apa saja yang perlu disorot?
Setelah kita menganalisis kebutuhan aktivitas dan kebutuhan biologis dengan cermat. Hal-hal yang menunjang informasi visual yang dibutuhkan dalam ruangan tersebut yang perlu disorot, misalnya sudut baca, meja kerja, titian tangga dan seterusnya.
D. Implementasi Accent Light
Bagaimana untuk menerapkan accent light? Apakah harus menggunakan spotlight saja?
Jawabannya tidak ya. Ada banyak alternatif untuk accent light di mana direct light merupakan salah satu elemen pembentuknya. Catatan pentingnya, apapun fixture dapat digunakan untuk menghasilkan cahaya yang diperlukan untuk obyek dan aktivitas dari segi color temperature, sudut datang, glare, dan lain-lain.
Nah, melanjutkan dari artikel sebelumnya mengenai ambient light. Yuk kita lihat perbedaan ruangan ketika hanya menggunakan ambient light dan tambahan accent light.


Pada contoh di atas, narrow beam, medium beam downlight dan shelve lighting adalah elemen focal glow yang membuat suasana menjadi lebih hidup. Fokus visual kita diarahkan pada sofa tempat di mana kegiatan dilakukan misalnya membaca, mengobrol, dan lain-lain. Rak buku di sini dapat dikategorikan sebagai brilliant light (dibahas lebih lanjut di artikel selanjutnya).
Sekarang luminerds sudah mulai paham yaa? Ternyata pencahayaan itu tidak hanya untuk membentuk suasana saja tetapi memberikan informasi visual yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Buat yang tambah penasaran, sabar-sabar, lebih lanjut kita akan bahas mengenai brilliance light dan penjelasan lengkap kebutuhan biologis mengenai informasi visual pada rilis berikutnya. Stay tuned!