Review Buku The Light Within Us – Xander Cadisch
Biophilic design, human behaviour, and the power of wavelengths

ENLIGHTENED BALI 2026 – Day 1 Xander Cadisch
Jika mendengar desain biofilik, mungkin yang sering terbayang ruangan yang dihias dengan tanaman. Namun faktanya lebih dari itu, apa yang kita alami di alam seperti berada di bawah sinar matahari, awan yang bergerak, malam purnama adalah salah kunci dari biofilik dalam ligthing. Xander Cadisch akan membawakan pembahasan The Lost Atmosphere: How Light Shapes Human Experience in Hospitality pada tanggal 13 Agustus 2026. Pembahasan ini akan diulik dari kacamata neuroscience, chronobiology, environmental psychology, dan biophilic design.
Intro
“We will never be truly healthy, satisfied, or fulfilled, if we live apart and alienated from the environment from which we evolved.”
Dalam salah satu video, Xander memantik kita untuk memikirkan ulang bagaimana kita berinteraksi dengan dunia sekitar. Kita bisa merasakan makanan itu enak dengan mengecapnya, kita bisa menilai musik itu indah dengan mendengarnya. Tetapi, pernahkah kita berpikir bagaimana cara kita melihat, dengan proses seperti apa? Kita pertama kali mengenal dunia melalui cahaya.
Di masa sekarang, sebagian besar waktu kegiatan manusia modern berada di ruangan sehingga koneksi dengan alam terputus. Biophilic design hadir untuk mengubungkan lagi manusia dengan alamnya.
- Judul: The Light Within Us
- Penulis: Xander Cadisch
- Penerbit: Phos Ltd.
Dari judul sudah intriguing, apa koneksi kita dengan cahaya?

Pertama kali mendengar judulnya membuat penasaran apa pengaruh cahaya yang lebih dalam? Ada yang kita belum ketahui tentang cahaya lebih dari sekedar penerangan. Jika cahaya sangat mempengaruhi kita, bagaimana menerapkannya dengan baik?
Buku ini dibagi ke dalam lima bab bahasan yang meliput berbagai topik dari yang paling dasar tentang cahaya dan persepsi penglihatan sampai perencanaan biofilik. Pembahasannya disertai juga dengan contoh dan studi kasus yang menarik untuk dipelajari.
Cahaya itu dekat dalam keseharian kita, tetapi kita sering tidak menyadarinya
Salah satu kalimat yang sangat menarik dalam buku “we are all made of light”. Kita terbuat dari cahaya, secara tidak langsung makanan yang kita makan merupakan hasil fotosintesis. Proses konversi energi cahaya menjadi energi kimia. Jadi, manusia merupakan bagian dari alam.
Selain itu, dalam keseharian sistem penglihatan terhubung dengan sistem indera lain. Cahaya menjadi haptic guide di mana melalui sistem penglihatan kita bisa membayangkan suatu rasa, tekstur, dan aroma tertentu hanya dengan menilai visualnya. Selain itu ada teori Synthesia, yang menjelaskan bahwa kita dapat menggabungkan dua atau lebih input indera untuk menggambarkan sesuatu. Contohnya, kita bisa melihat suara, misalnya bentuk yang tajam identik dengan huruf i.
Hal tersebut di atas menandakan bahwa sistem penglihatan dan kualitas pencahayaan yang baik memegang peranan penting. Apa yang kita lihat dapat memperkaya input yang diolah menjadi informasi dan stimulasi sensori.
Apa itu Desain Biofilik?
Istilah biofilik pertama dikenalkan oleh Erich Fromm dengan definisi “passionate love of life and of all that is a live…whether in a person, plant, an idea, or a social group”. Secara alami, manusia menyukai hidup dan semua yang hidup, baik objek (manusia, tanaman, alam, dan lain-lain) ataupun non-objek (ideologi, group sosial, perasaan, dan lain-lain). Kemudian pada tahun 2008, frasa ini dipopulerkan oleh Stephen Kellert.
Jadi, desain biofilik adalah desain yang membuat penghuninya menyukai hidup dan semua yang hidup. Desain ini tidak disempitkan hanya dengan memasukkan tanaman ke dalam ruangan ya, luminerds? Ada kriteria-kriteria lain yang telah dirumuskan.
Manfaat Desain Biofilik

Hal menarik yang disampaikan buku ini menjelaskan keterkaitan biophilic design dengan kinerja. Kinerja manusia ditentukan oleh informasi yang disampaikan inderanya. Lingkungan alami memberikan informasi penuh untuk indera manusia, yang kemudian memicu regulasi produksi hormon dan respons syaraf untuk kinerja manusia yang optimal.
Berdasarkan penelitian yang berjudul Nature Inside: A Biophilic Design Guide memberikan dampak positif diantaranya menurunkan tekanan darah, meningkatkan kemampuan ingatan, dan suasana hati, meningkatkan penyembuhan di rumah sakit.
Bagaimana cara menerapkan biofilik dalam lighting?
Cara menerapkan biofilik desain sudah dirumuskan oleh Terrapin Bright Green, ada 15 pola yang dikelompokkan dalam tiga kategori seperti di bawah ini:
- Nature in the space, aspek tentang bagaimana memasukan unsur alam, seperti tumbuhan, air, cahaya ke dalam ruangan.
- Nature analogues. Kriteria yang menjelaskan bagaimana ruangan menggunakan dan mengadaptasi bentuk, tekstur, apa yang terjadi di alam.
- Nature of the space. Berbeda dengan poin pertama, aspek ini mempertimbang tata letak ruang atau layout yang seperti ada di alam.

Terrapin menyebutkan secara khusus aspek lighting dalam biophilic, yaitu dynamic dan diffuse light.
Dynamic and diffuse light
Diffuse dan dynamic light adalah karakteristik alami pencahayaan matahari. Ada situasi, di mana pencahayaan yang terang merata diperlukan dalam ruang, dan dalam kasus ini dinamika cahaya yang akan membuat suasana yang “hidup”. Kita bisa bayangkan, saat berada di luar, matahari bersinar dan awan bergerak. Gerakan awan ini membuat perubahan intensitas (dan kadangkala diikuti perubahan warna), yang membuat suasana dinamis.
Selain itu, ada beberapa aspek biophilic design yang disebutkan Terrapin dapat didukung dengan pencahayaan seperti:
Biomorphic forms and pattern
Kita mempunyai preferensi terhadap sesuatu yang organik dan bentuk yang ada di alam (biomorphic). Bentuk biomorphic ini dapat diterapkan dalam bentuk accent atau brilliant light.
Refuge
Refuge adalah spot area yang memberikan perlindungan dan privasi. Lighting merupakan salah satu elemen design yang dapat membentuk refuge area ini.
Mystery
Begitu pula mystery, salah satu layer dalam design biofilik yang dapat dibentuk dari pengolahan pencahayaan. Elemen misterius juga diperlukan agar pengunjung bisa mengeksplorasi ruangan lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan menjelajah dalam lingkungan layaknya di alam.
Outro
Buku ini menyampaikan cahaya dan riset terkini dengan bahasa yang ramah orang awam dengan lighting design. Cakupan contohnya juga dekat dengan keseharian kita. Hal ini penting karena untuk membangkitkan kesadaran bahwa lighting tidak hanya dimiliki atau berpengharuh oleh praktisi atau ilmuan saja, tetapi masyarakat pada umumnya.
Itu adalah sebagian dari cuplikan yang ada pada buku The Light Within Us. Semoga memantik keingintahuan luminerds mengenai cahaya. Buat yang penasaran dengan bukunya ada free audio book dan tonton juga presentasi tentang bukunya di link ini.
Jadi buat Luminerds yang tertarik buat menyampaikan pertanyaan dan diskusi langsung dengan Xander Cadisch,bisa langsung daftar Enlightened Bali 2026 dan kunjungi: www.enlightenedbali.com