Luminapedia – Media for Light https://www.luminapedia.com/ Media for Light Thu, 11 Jun 2026 10:13:03 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://i0.wp.com/www.luminapedia.com/wp-content/uploads/2022/02/cropped-Luminapedia-icon.png?fit=32%2C32&ssl=1 Luminapedia – Media for Light https://www.luminapedia.com/ 32 32 131260513 Spektrum Cahaya: Parameter Penting yang Sering Luput dari Perhatian Desainer https://www.luminapedia.com/2026/06/11/spektrum-cahaya-parameter-penting-yang-sering-luput-dari-perhatian-desainer/ https://www.luminapedia.com/2026/06/11/spektrum-cahaya-parameter-penting-yang-sering-luput-dari-perhatian-desainer/#respond Thu, 11 Jun 2026 10:12:59 +0000 https://www.luminapedia.com/?p=9177 Istilah Color Rendering Index (CRI) dan Correlated Color Temperature (CCT) populer untuk menilai kualitas cahaya, tetapi jarang sekali…

The post Spektrum Cahaya: Parameter Penting yang Sering Luput dari Perhatian Desainer appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>

Istilah Color Rendering Index (CRI) dan Correlated Color Temperature (CCT) populer untuk menilai kualitas cahaya, tetapi jarang sekali dengan spektrum cahaya atau Spectral Power Distribution (SPD). Artikel ini akan membahas apa itu spektrum cahaya, parameter SPD, dan begitu juga alasannya mengapa hal ini penting.

Spectral Power Distribution (SPD)

Spectral Power Distribution (SPD) adalah grafik yang menunjukkan distribusi seberapa besar daya (intensitas) yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya pada setiap panjang gelombang di sepanjang spektrum cahaya tampak. Seperti kita tahu, cahaya yang kita lihat itu sebenarnya terdiri dari komponen gelombang dari gelombang merah sampai ungu, di mana setiap gelombang memiliki kekuatan masing-masing.

Photo by Artem on Unsplash

Spektrum Cahaya Matahari dan spektrum cahaya lampu

Cahaya matahari adalah cahaya yang memiliki spektrum lengkap di mana setiap komponen memiliki daya yang hampir seragam di rentang spektrum visual manusia. Spektrumnya yang lengkap ini membuat renderasi warna mendekati warna aslinya. Maka tidak heran, banyak konten kreator yang sering memanfaatkan cahaya matahari untuk take video bukan? Selain berkaitan dengan renderasi, cahaya matahari juga merupakan sumber yang mempengaruhi fisiologi pada tubuh manusia.

(Artikel mengenai renderasi di bahas di sini.)

Cahaya matahari menjadi referensi bagi desain pencahayaan buatan baik dengan pertimbangan sisi psikologis maupun fisiologis.

Gambar di bawah ini beberapa grafik dari sumber cahaya yang berbeda. Spektrum cahaya matahari seperti disebutkan sebelumnya, memiliki daya yang cukup seragam untuk setiap panjang gelombangnya (spektrum cahaya tampak). Mari kita bandingkan dengan sumber cahaya lain:

  • Lampu incandecent memiliki gelombang merah yang lebih kuat dibandingkan panjang gelombang lainnya.
  • Lampu SOX memiliki spektrum tunggal pada gelombang kuning, sehingga ketika di dalam ruangan dengan cahaya ini warna lain akan menjadi monokromatik.

CCT mirip, tetapi Spektrum belum tentu sama

Meniru cahaya matahari bisa dengan memperhatikan CCT, misal suasana pagi dengan cahaya warm. Ternyata, kita perlu teliti lagi dalam penerapannya karena nilai CCT yang sama, bisa memiliki nilai SPD yang berbeda. Fenomena ini disebut metamerism.

CCT menggambarkan persepsi manusia terhadap tampilan warna suatu sumber cahaya, menilai apakah cahaya tersebut terlihat hangat, netral, atau dingin. Sementara itu, SPD menunjukkan distribusi energi. Jadi, CCT didasarkan pada persepsi warna manusia, bukan representasi menyeluruh dari spektrumnya.

Gambar 1 menunjukkan dua sumber cahaya dengan CCT yang mirip tetapi memiliki SPD yang berbeda. Grafik kedua menunjukkan energi yang lebih besar di rentang warna cyan. Nilai M/P yang lebih besar menunjukkan distribusi energi yang lebih merata di rentang visible light.

Gambar 1 SPD. Picture © Robert Soler, BIOS Lighting

Nilai CCT yang hampir mirip ditunjukkan pada Gambar 2 di mana titik hijau (tanda panah) pada posisi hampir sama. Nilainya sebesar 3579 dan 3247 yang masuk ke dalam kategori warm white.

Selain itu, terdapat Color Vector Graph yang mendeskripsikan nilai CCT, pengukuran color fidelity (Rf) dan nilai gamut/saturasi (Rg). Kedua sumber memiliki nilai CCT yang tidak jauh berbeda, namun keduanya menunjukkan akurasi warna (Rf) yang jauh berbeda. Artinya ada pergeseran warna yang signifikan bila obyek yang sama disorot kedua lampu ini.

Gambar 2 Color Vector Graph. Picture © Robert Soler, BIOS Lighting
Gambar 3 CRI. Picture © Robert Soler, BIOS Lighting

Selanjutnya, Gambar 3 mengevaluasi nilai CRI dari kedua sumber cahaya dengan metode CIE di mana masing-masing kelompok warna dibandingkan dengan reproduksi warna dari cahaya matahari (semakin tinggi nilainya, semakin mendekati warna asli). Lampu kedua memiliki nilai R1-R9 memiliki yang lebih tinggi yang artinya kemampuan renderasi yang lebih akurat. Perbedaan mencolok terlihat pada nilai R9 (komponen warna merah) yang sangat kecil pada lampu pertama. Hal ini akan mengakibatkan pergeseran warna di mana warna warm yang dihasilkan lebih pucat.

Mengapa ini Penting?

Nah, perlu diketahui Spectral Power Distribution (SPD) itu termasuk dalam radiometrik, artinya pengukuran cahaya yang ditekankan pada energi. Mengapa ini penting karena level energi itu yang akan mempengaruhi efek fisiologis yang dirasakan oleh tubuh. Efek fisiologis cahaya akan dibahas lebih detail pada artikel terpisah.

Pada pembahasan efek fisiologis cahaya, terdapat fenomena yang dinamakan melanopic respon. Respon di mana pada frekuensi gelombang tertentu menghambat produksi hormon melatonin. Berdasarkan penelitian, frekuensi gelombang efektif yang memicu melanopic respon yaitu pada 480 nm atau gelombang cahaya biru.

Jadi, harapannya dengan memahami spektrum cahaya ini kita dapat lebih bijak lagi dalam memilih sumber cahaya yang menunjang proses fisiologi dengan baik. Misalnya, untuk ruang kamar memilih sumber cahaya dengan sedikit gelombang biru agar hormon melatonin tidak terhambat sehingga tubuh lebih mudah rileks saat beristirahat.

Selain itu, tidak hanya untuk pertimbangan efek fisiologi, tetapi juga aspek visual. Contohnya untuk menampilkan tekstur dengan lebih lengkap dan color rendering agar dapat melihat warna material yang lebih mendekati “true colour“, warna di bawah cahaya matahari.


Nah, begitu penjelasan singkat mengenai pentingnya memahami spektrum cahaya melalui parameter SPD karena parameter ini berkaitan efek cahaya terhadap proses fisiologis dan lebih detail dalam membantu para desainer dalam menampilkan efek visual tertentu.

Lebih lanjut akan dibahas pada topik circadian lighting di artikel selanjutnya. Stay tuned!

The post Spektrum Cahaya: Parameter Penting yang Sering Luput dari Perhatian Desainer appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>
https://www.luminapedia.com/2026/06/11/spektrum-cahaya-parameter-penting-yang-sering-luput-dari-perhatian-desainer/feed/ 0 9177
Enlightened Bali 2026: Festival Cahaya dan Wadah Kolaborasi Arsitektur, Interior, dan Lighting Design https://www.luminapedia.com/2026/05/30/enlightened-bali-2026-festival-cahaya-dan-wadah-kolaborasi-arsitek-interior-dan-lighting-design/ https://www.luminapedia.com/2026/05/30/enlightened-bali-2026-festival-cahaya-dan-wadah-kolaborasi-arsitek-interior-dan-lighting-design/#respond Sat, 30 May 2026 10:02:34 +0000 https://www.luminapedia.com/?p=9081 Jika kita mendesain secara terintegrasi seperti apa jadinya? Setelah meraih kesuksesan pada tahun 2025, Enlightened Bali 2026 kini…

The post Enlightened Bali 2026: Festival Cahaya dan Wadah Kolaborasi Arsitektur, Interior, dan Lighting Design appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>

Jika kita mendesain secara terintegrasi seperti apa jadinya?

Setelah meraih kesuksesan pada tahun 2025, Enlightened Bali 2026 kini hadir kembali dengan format lebih seru. Festival cahaya berupa pasar malam yang terbuka untuk umum. Jadi, buat luminerds yang ingin explore tentang lighting jangan malu-malu untuk ikut!

Nah yang buat kamu masih bingung tentang acara ini, artikel ini tepat buat kamu. Artikel ini akan menjelaskan A to Z mengenai Enlightened Bali 2026 dengan sederhana!

Buat yang belum tahu, apa itu Enlightened Bali?

Enlightened Bali adalah sebuah gerakan yang diinisiasi oleh komunitas Light Talk dan Dua Collective dengan dukungan creative direction oleh Studio Sensar. Acara ini berisi kegiatan yang menekankan pada tema-tema tak tersentuh di Indonesia dengan hands-on experience dan networking dengan pegiat industri lighting.

Format Tahun 2026 ini, berbeda dengan tahun sebelumnya, Pasar Malam, festival yang berisi seminar dan diskusi, workshop, warung dan toko, dan tentu saja pertunjukan! Mengapa Pasar Malam? Pasar Malam merupakan budaya festival di Indonesia di mana warga berkumpul dengan organik dan bersosialisasi.

Jadi, seminar dan workshop akan memberikan ide dan pengetahuan baru, sedangkan pasar malam menguatkan sense kita. #Sensewithlight

Mengapa Enlightened Bali dibuat? Apa Manfaatnya?

Enlightened bali adalah sebuah gerakan yang mempertemukan dan menyatukan semua elemen di dunia pencahayaan untuk saling mengenal, belajar, dan menguatkan kolaborasi tanpa sekat dan ego sektoral. Enlightened Bali bertujuan untuk mengangkat posisi lighting di industri pembangunan. Ini adalah gerakan untuk merubah pola pikir kita tentang lighting dalam ekosistem arsitektur dengan menunjukkan nilai sebenarnya (true value) dari pencahayaan.

Siapa saja yang boleh mengikuti?

Siapapun yang tertarik boleh mengikuti, arsitek, desainer interior, desainer landskap, mahasiswa, dosen, peneliti, budayawan, dan masyarakat umum juga boleh banget!

An open invitation to become close with light and fall in love with.

Kapan Enlightened Bali berlangsung?

Acara ini akan berlangsung selama empat hari dari 13-16 Agustus 2026.

Dimana acara ini akan diselenggarakan?

Big Garden Corner Sanur, Bali. Konsep open garden akan memudahkan pengunjung berinteraksi dan engage dengan instalasi-instalasi cahaya yang ada.

Apa saja kegiatan di Enlightened Bali?

Enlightened Bali tahun ini memiliki tema besar utama “Lighting as A Strategic Brand Asset: Key Takeways for Hospitality Profesionals”. Diskusi ini menekankan peran lighting dari berbagai perspektif (arsitektur, interior, dan lingkungan). Selain itu, secara keseluruhan bagaimana kita bertanggung jawab mendesain sebuah bangunan yang berkesadaran lingkungan dan tetap membawa revenue khususnya pada sektor hotel. Kegiatan akan diturunkan menjadi seminar, dialog, design workshop, brand exposure dalam suasana festival pasar malam.

Hari Pertama akan diisi dengan seminar dengan displin ilmu yang berbeda mulai dari arsitektur, desain interior, lighting design, desain biofilik, dan lingkungan. Hari kedua berfokus pada workshop kulminasi dari topik seminar yang didapat pada hari sebelumnya. Pada hari ketiga peserta workshop akan presentasi dan diskusi dengan pemangku kepentingan (pemerintah dan hoteliers).

Seminar

  1. Dr. Florian Heinzhelman (Arsitektur), pengajar di departemen arsitektur NUS dan salah satu founder SHAU architect yang diakui oleh beberapa peenghargaan international. Karya dari SHAU mengedapankan pada desain pasif dan iklim tropis. Salah satu karyanya microlibrary Warak Kayu yang berlokasi di Semarang.
  2. Yusuke Hattori (Lighting design), lighting designer dan founder konsultan lighting Ambigious Light. Sebuah lighting design studio yang menekankan pada aspek lingkungan (eco-centrism) untuk meningkatkan nilai lingkungan termasuk manusia melalui lighting.
  3. Karlyn Cerdena (Interior Design), creative director dari ARA Design. Lulusan College of Architecture di Filipina ini memiliki pengalaman luas menangani proyek pemerintah, corporate interior, dan hospitality di Asia serta Timur Tengah.
  4. Xander Cadish (Biophilic Design), penulis dari buku “The Light Within Us”, yang mengekplorasi secara mendalam dunia desain biofilik yang transformatif.
  5. Michael Burchett (Hoteliers), profesional hospitality yang memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun. Beliau pernah berkarier bersama Regent dan Four Seasons di berbagai negara, serta menjadi opening General Manager untuk Four Seasons Jimbaran dan The Regent Jakarta.
  6. I Wayan Wardika (Environmental), inisiator dan pengelola program konservasi kunang-kunang di Rumah Konservasi Kunang-Kunang, Taro, Bali dan mempublikasikan informasi penelitian dan update lainnya di website Bringbackthenight.

Design Workshop leader:

Dr Emrah Baki Ulas (Lighting Design), Associate Professor of Practice di School of Architecture, Design and Planning, University of Sydney dengan expertise di bidang lighting design, lighting masterplaning, dan daylighting. Sebagai praktisi, beliau juga co-leads dari konsultan bangunan di Steensen Varming. Beliau juga sering diundang oleh forum internasional sebagai pembicara.

Bagaimana cara mengikuti Enlightened Bali?

Siapapun yang tertarik boleh mengikuti. Biaya pendaftaran ada untuk pelajar dan umum. Tiket akan segera bisa dipesan melalui website. (Pantau website Enlightened Bali). Detail investasi sebagai berikut:

Khusus Pelajar

  • Education Day Pass : Rp 75.000 (akses seminar 1 hari, Valid student/educator ID required)
  • Education Full Pass: Rp 150.000 (Daytime all 4days of seminars, Evening Pasar Malam access included, Valid student/educator ID required)

Biaya investasi untuk Umum

  • Daily Pass: Rp 100.000 (Evening Pasar Malam entry, Access to art installations)
  • Daily + Seminar: Rp 150.000 (Daytime seminars, Evening Pasar Malam entry)
  • Full Festival Pass: Rp 500.000 (All 4 days of seminars, All 4 nights of Pasar Malam)

Biaya investasi Design Workshop

Design workshop memerlukan inverstasi tersendiri. Detail workshop dan biaya akan diumumkan selanjutnya. Workshop dibuka untuk arsitek, interior designer dan lighting designer.


Bagaimana luminerds, sudah siap menemukan perspektif baru mengenai lighting? Ingin berkolabaroasi lintas disiplin yuk join! Pantau terus website Enlightened Bali dan instagram @enlightened.id dan @luminapedia untuk update selanjutnya. Stay tuned!

Luminerds, juga bisa kepoin keseruan Enlightened Bali 2025 di sini!

The post Enlightened Bali 2026: Festival Cahaya dan Wadah Kolaborasi Arsitektur, Interior, dan Lighting Design appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>
https://www.luminapedia.com/2026/05/30/enlightened-bali-2026-festival-cahaya-dan-wadah-kolaborasi-arsitek-interior-dan-lighting-design/feed/ 0 9081
6 Kualitas Cahaya Menurut Richard Kelly yang Jarang Orang Ketahui https://www.luminapedia.com/2026/05/19/6-kualitas-cahaya-menurut-richard-kelly-yang-jarang-orang-ketahui/ Tue, 19 May 2026 09:28:56 +0000 https://www.luminapedia.com/?p=8716 Gagasan desain pencahayaan Richard Kelly dalam esainya Space is nothing until interrupted. Light is invisible until interrupted by…

The post 6 Kualitas Cahaya Menurut Richard Kelly yang Jarang Orang Ketahui appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>

Gagasan desain pencahayaan Richard Kelly dalam esainya

Space is nothing until interrupted. Light is invisible until interrupted by a surface, line, or point, thus made visible – Richard Kelly

Pembahasan layers of light sering kita dengar dan ketahui. Selain topik itu, ternyata ada penjelasan lanjutan Richard Kelly mengenai 6 kualitas cahaya yang dijelaskan di esainya yang berjudul “Lighting as an Integral Part of Architecture“yang publikasikan di College Art Journal. Hal ini penting diketahui untuk dapat mendesain pencahayaan secara utuh. Apa saja kualitas itu, yuk kita simak penjelasannya satu per satu:

1. Tingkat Penerangan (Iluminansi)

Intensitas cahaya atau lebih popular disebut tingkat penerangan adalah jumlah total flux cahaya yang jatuh pada suatu permukaan atau bidang kerja dinyatakan dalam satuan Lux.

Parameter ini yang sering kita temui dan baca ketika membaca standard. Sebagai informasi tambahan, ada dua yang perlu kita pertimbangkan dalam mendesain cahaya yaitu vertical illumination (tingkat penerangan yang jatuh pada bidang vertikal) dan horizontal illumination (tingkat penerangan pada bidang horizontal). Mengapa hal ini penting? Karena pada suatu ruangan atau tempat ada benda/kondisi tertentu yang membutuhkan sorot cahaya secara horizontal saja, vertikal saja ataupun kombinasi keduanya.

iluminansi dan luminansi merupakan contoh dari 6 kualitas cahaya menurut Richard Kelly
Design by Luminapedia via Canva

2. Brightness (Luminansi)

Brightness atau tingkat kecerahan (secara saintifik disebut luminansi) adalah cahaya tampak per satuan luas yang dipantulkan atau dipancarkan melalui suatu permukaan atau area dengan satuan candela/m2. Sederhananya, luminansi adalah hasil dari iluminansi yang jatuh ke permukaan dan reflektansi dari permukaan itu sendiri.

Brightness dan tingkat penerangan sering kali dianggap sebagai parameter yang sama. Jika diperhatikan pada ilustrasi di atas, luminerds akan mudah menemukan perbedaannya.

Dalam mendesain cahaya yang diharapkan ruangan memiliki intensitas tinggi dan brightness yang rendah. Apabila brightness yang berlebihan dapat menyebabkan silau yang mengganggu mata. Richard Kelly mengingatkan lighting designer untuk memperhatikan bagaimana penempatan permukaan yang reflektif, kaca, permukaan putih yang dapat menimbulkan silau sekalipun menggunakan fixture yang canggih.

3. Distribusi Cahaya (Penyebaran Cahaya)

Bagaimana cahaya menyebar juga menjadi salah satu kualitas cahaya yang dibahas oleh Richard Kelly. Cahaya yang tersebar atau difus dideskripsikan seperti kondisi pantai yang penuh kabut. Tingkat difusi cahaya bergantung pada ukuran sumber cahaya secara relatif.

Pada esainya Richard Kelly menyebut hard light (sering juga disebut direct light) untuk mendeskripsikan cahaya non-diffuse. Baik difuse light maupun hard light memiliki peran masing-masing. Ada kalanya memang dibutuhkan direct light untuk menyorot benda-benda tertentu misalnya kristal untuk menciptakan efek glittery.

Distribusi cahaya, kualitas cahaya ke-3
Photo by Sam Wake via Unsplash

4. Spectral Color

Spectral color (warna spektral) adalah warna-warna yang dihasilkan oleh cahaya dengan satu panjang gelombang tunggal dalam spektrum tampak. Di dalam esainya, Richard Kelly menjelaskan pentingnya peran warna dalam desain pencahayaan.

Kehadiran warna yang kita rasakan sebenarnya itu bersifat relatif karena kehadiran warna-warna lainnya. Jika kita hanya melihat satu warna contohnya pada ruangan yang menggunakan lampu SOX berwarna oranye, benda-benda disekitar kita menjadi berwarna abu dan hitam.

Cahaya matahari yang berubah dari terbit sampai terbenam membawa pesan tersendiri yang menjadi inspirasi dalam pencahayaan buatan. Baca artikel lebih detail topik ini di sini.

  • Suasana matahari terbit dan terbenam. Langit berwarna oranye kemerahan membuat kulit dan peredaran darah tampak lebih sehat.
  • Suasana siang hari. Di mana cahaya matahari tampak berwarna putih.
  • Suasana senja. Pada saat matahari terbenam, langit menjadi warna biru gelap ke abuan. Hadirnya lilin atau cahaya warm pada suasana ini menjadikan kontras.
Photo © Anggi Rafika
Photo and lighting design © Lumina Group

5. Arah cahaya

Kualitas cahaya selanjutnya mengenai arah cahaya yang datang relatif dengan ketinggian mata. Jika cahaya dominan berada di atas ketinggian mata akan memberikan kesan formal. Sebaliknya, jika di bawah ketinggian mata akan memberikan kesan informal dan cozy.

Arah datang cahaya memberikan kesan tertentu menurut Richard Kelly
Design by Luminapedia via Canva

6. Cahaya dinamis (Dynamic Light)

Kualitas cahaya ke-6 merupakan cahaya dinamis (dynamic light). Gerakan cahaya (light movement) bisa dalam bentuk pergerakan ril dari cahaya contohnya: perubahan warna, intensitas atau perubahan arah cahaya. Selain itu, bisa juga bentuk perubahannya tersirat (implied), komposisi cahaya dalam ruangan memberikan perasaan dinamis, seperti gradasi cahaya dari gelap ke terang yang”menggerakkan orang untuk menuju area terang; atau susunan pencahayaan yang memberikan ritme membuat ruangan jadi tidak terasa statis.

Photo and lighting design © Lumina Group

Pada penutup esainya, Richard Kellly membagikan tiga kunci dalam mendesain cahaya:

  1. melatih mata untuk mengamati cahaya
  2. memupuk kemampuan dan pengalaman efek budaya dan psikologi dibalik cahaya
  3. meningkatkan kemampuan teknis

Jadi, pengetahuan mengenai 6 kualitas cahaya tersebut dan teori tiga layer cahaya (baca seri artikel sebelumnya di sini) menjadi bekal untuk mendesain pencahayaan. Kemudian pengetahuan tersebut dikombinasikan dengan budaya dan iklim setempat, serta analisis kebutuhan psikologi dan fisiologi akan menghasilkan desain pencahayaan yang indah dan nyaman bagi penghuninya. Luminerds, bisa mulai dengan berlatih mengamati cahaya di dekat teman-teman, misalnya cahaya matahari terbenam tadi berwarna apa? Apa saja warna kombinasinya, dan temuan-temuan pengamatan lainnya!

The post 6 Kualitas Cahaya Menurut Richard Kelly yang Jarang Orang Ketahui appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>
8716
Mengenal Komorebi dan Penerapannya dalam Desain Bangunan https://www.luminapedia.com/2026/04/26/mengenal-komorebi-dan-penerapannya-dalam-desain-bangunan/ Sun, 26 Apr 2026 08:59:50 +0000 https://www.luminapedia.com/?p=8852 Cahaya dan bayangan melalui celah dedaunan Komorebi, fenomena alam di sekitar kita memberikan koneksi kita dengan alam dan…

The post Mengenal Komorebi dan Penerapannya dalam Desain Bangunan appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>

Cahaya dan bayangan melalui celah dedaunan

Komorebi, fenomena alam di sekitar kita memberikan koneksi kita dengan alam dan memberikan manfaat untuk kesehatan mental. Di artikel ini akan membahas pengertian, fenomena fisikanya, penerapan dalam bangunan dan penelitian yang berkaitan. Yuk simak penjelasannya!

Apa itu Komorebi?

Komorebi merupakan istilah bahasa Jepang yang menggambarkan cahaya matahari yang menyusup dari celah dedaunan yang membentuk pola-pola kecil. Keindahannya merupakan kombinasi antara brilliance dari cahaya matahari dan bayangan dari daun. Hal ini menarik karena antara bayangan dan cahaya dalam batas yang tipis atau seperti kesatuan.

Photo by Fumiaki Hayashi via Unsplash

Efek Pinhole

Apakah luminerds memperhatikan ketika bayangan jatuh di tanah membentuk lingkaran kecil-kecil padahal pola daun di atas acak dan bersudut. Sebenarnya pola lingkaran kecil itu merupakan gambar dari matahari. Kok bisa?

Berdasarkan efek pinhole, cahaya matahari melewati celah kecil di antara daun berperan seperti kamera dan bentuk matahari itu yang tertangkap di tanah. Menariknya lagi, ketika terjadi gerhana matahari, bentuknya akan menjadi sabit (tidak lagi lingkaran).

Ketika daun bergerak, gambar matahari itu menjadi samar dan tidak beraturan. Hal ini yang membuatnnya terasa lebih hidup. Jadi, komorebi sebenarnya gambar matahari yang tak terhitung jumlahnya yang membentuk landskap cahaya.

Photo by eunseo kim

Manfaat bagi kesehatan

Jika kita perhatikan, keberadaan komorebi melambangkan kepekaan kita sesuatu yang bersifat sementara dan kesadaran akan waktu. Dilansir dari unggahan Xander Cadish, beberapa manfaat komorebi diantaranya:

  • melembutkan pandangan
  • menurunkan detak jantung
  • menenangkan sistem syaraf
Photo by Dongdilac

Bagaimana penerapan dalam bangunan?

Salah satu arsitek yang menerapkan konsep komorebi adalah Kengo Kuma. Desainnya memecah balok menjadi bagian kecil-kecil sehingga dapat memfilter cahaya. Di bawah ini gambar hanya untuk ilustrasi.

Photo by Lawrence Lam

Pada arsitektur Jepang, penggunaan shoji menjadi screen bagi bayangan dan cahaya. Hal ini memberikan koneksi dengan outdoor walupun kita berada di dalam ruangan.

Photo by SHIMADA MASAKI

Penelitian

Ada beberapa penelitian lebih lanjut yang dapat luminerds pelajari mulai dari prototype, penerapan di bangunan dan dunia sinema.

  • Master thesis dari Zhujing Zhang – Arsitektur MIT berjudul Komorebi – Embedding Dappled Sunlight in the Built Environment. Studi ini meneliti bagaimana potensi penerapan komorebi dalam bangunan. Penelitian ini termasuk membuat prototype dijelaskan dengan detail dari material dan aktuator, sirkulasi udara, tes parameter pinhole, perhitungan fisika dan evaluasi performanya. Hasil penelitian menunjukan adanya intervensi ini memberikan manfaat untuk ruangan dengan akses ke alam yang terbatas dan membangkitkan memori untuk terkoneksi dengan alam.
  • Exploring the Benefits of Komorebi Light Patterns: A Pilot Study. Pilot studi ini menganalisis efek komorebi secara penilian subjektif dan fisiologi jika diamati dalam lingkungan indoor. Penelitian menggunakan media video digital yang ditayangkan dalam ruangan dan dilakukan assessment terhadap Hasil penelitian akan tetapi untuk aspek fisiologi belum ada pengaruh yang berarti.
  • Komorebi – The Light of Tomorrow – Daylight Investigations dilalukan oleh Katarzyna Dąbrowska dari Politechnika Opolska dari Polandia dipublikasikan di laman Daylight and Achitecture pada tahun 2024. Penelitian ini menerapan konsep komorebi untuk bangunan perpustakaan. Desain meliputi atap gelas kaca, moving facade, facade frame dan frame.
  • Reflection of Light and Nature in Cinematic Space: “Komorebi” in Wim Wenders’ Perfect Days. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Adanya permainan cahaya dan bayangan memberikan nilai tambah pengalaman spasial, memperkuat storytelling dan menambah nilai estetika visual.

Pay attention to detail. Kita perlu untuk hadir dan meningkatkan kesadaran terhadap apa yang ada di sekitar kita. Lalu menjadikannya inspirasi untuk karya-karya lighting design. Luminerds bisa baca artikel lain tentang hal-hal di sekitar kita yang bisa buat inspirasi seperti warna langit dan bayangan.

Sumber:

Zhang, Zhujing. (2020). Komorebi – Embedding Dappled Sunlight in the Built Environment. Massachusetts Institute of Technology.

Zhang, Zhujing & Andersen, Marilyne. (2025). Exploring the Benefits of Komorebi Light Patterns: A Pilot Study. J. Phys.: Conf. Ser. 3140 122013.

Dąbrowska, Katarzyna. (2024). Komorebi – The Light of Tomorrow – Daylight Investigations. Daylight and Architechture. https://www.daylightandarchitecture.com/project/2024-komorebi/

SEVİNDİK, Senem MÜŞTAK. (2025). Reflections of Light and Nature in Cinematic Space: Komorebi in Wim Wenders’ Perfect Days. Çukurova Üniversitesi Sosyal Bilimler Enstitüsü Dergisi. Vol. 34 hlm. 669-690. https://doi.org/10.35379/CUSOSBIL.1587045

The post Mengenal Komorebi dan Penerapannya dalam Desain Bangunan appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>
8852
Brilliant Light: Kilau Cahaya yang Membangkitkan Emosi Positif https://www.luminapedia.com/2026/04/05/brilliant-light-kilau-cahaya-yang-membangkitkan-emosi-positif/ Sun, 05 Apr 2026 12:10:17 +0000 https://www.luminapedia.com/?p=8672 Kilau cahaya di kehidupan sehari-hari kita Kilauan seperti ini, sadar atau tidak disadari selalu hadir di kehidupan sehari-hari.…

The post Brilliant Light: Kilau Cahaya yang Membangkitkan Emosi Positif appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>

Kilau cahaya di kehidupan sehari-hari kita

Kilauan seperti ini, sadar atau tidak disadari selalu hadir di kehidupan sehari-hari. Apakah teman-teman memiliki pengalaman berdiam dan mengamatinya? Lalu perasaan apa yang muncul dan luminerds rasakan?

Apa itu brillliant light?

Layers of light photo by Abdi Ahsan

Brilliant light sering kali tidak dilihat sebagai sumber penerangan, tetapi menjadi objek bercahaya yang dapat membangkitkan semangat (excitement).

Jika kita perhatikan, setiap situasi memiliki kilaunya. Kehadirannya memberikan makna tersendiri. Nah, saat kita mengenali aspek lighting yang menyentuh/memicu/ membangkitkan emosi dari layer perasaan yg lebih dalam. Contohnya, membangkitkan semangat, rasa ingin tau, dan lain-lain.

Pengamatan akan brilliant light ini membawa kita untuk berkontemplasi dan menemukan makna tersendiri.

Brilliant light menurut Richard Kelly?

Dalam teori lighting design menurut Richard Kelly, lapisan ketiga pencahayaan disebut “play of brilliance”. Dalam pengertiannya:

Photo by Saptarshi Ghosh on Unsplash
Photo by Oguzhan on Unsplash

Play of brilliants is Times Square at night. It is the eighteenth century ballroom of crystal chandeliers and many candle flames. It is sunlight on a fountain or a rippling brook. It is a cache of diamonds in an opened cave. It is the rose window of Chartres…

Play of brilliants excites the optic nerves, and in turn stimulates the body and spirit, quickens the appetite, awakens curiosity, sharpens the wit….

Jadi berdasarkan penjelasan tersebut, ada beberapa kata kunci yang disampaikan Richard Kelly mengenai brilliant light:

  • merangsang saraf optik
  • membangkitkan rasa yang lebih dalam
  • memotivasi
  • membangkitkan rasa penasaran
  • menginspirasi

Richard Kelly juga menambahkan brilliance ini dapat menjadi sesuatu yang menghibur ataupun mengganggu.

Contoh pengamatan brilliant light

Pengamatan sederhana dari cahaya matahari dan bayangan yang bergerak seolah the dancing light and shadow, merupakan contoh brilliant light di sekitar kita.

Hal seperti ini menarik dan memberikan kesenangan untuk mengamatinya.

Jadi, secara tidak sadar brilliant light memang sudah hadir di kehidupan kita, utamanya melalui guru matahari. Pertanyaannya bagaimana menerapkannya dalam cahaya artifisial?

Implementasi brilliant light dalam lighting design

Brilliance dapat menarik perhatian membuat ruang lebih menarik dan lebih hidup. Selain itu, jika brilliance itu berupa obyek itu sendiri, keberedaanya dapat menonjolkan bentuk dan permukaan benda tersebut.

Brilliant light dapat terbentuk dari cahaya yang jatuh pada permukaan yang mengkilap atau objek yang dapat membiaskan cahaya. Kilau cahaya terbentuk dari proses refleksi dan refraksi. Cahaya brilliant didapat dengan menyorot obyek atau dari sumber cahaya itu sendiri (glowing object).

Ada hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain brilliant light. Lighting designer harus memikirkan intensi dan nilai informasi. Jika tidak, brilliant light akan menjadi sesuatu yang mengganggu karena glare/silau.

Brilliance light yang didapat dari chandelier menjadi point of interest ruangan. Lighting design by Lumina Group. Photo by Abdi Ahsan
Pendant light yang memiliki glowing surface berperan sebagai accent light sekaligus brilliant light diruangan. Lighting design and photo by Lumina Group

Dari penjelasan di atas ada beberapa contoh pengalaman mengamati brilliant light dari pencahayaan alami. Apakah luminerds punya pengalaman mengamati obyek artifisial, ceritakan di kolom komentar yaaa!

Nah lengkap sudah seri membahas lighting dari dasar. Kita ingat kembali tiga lapisan pencahayaan yaitu: ambient light, accent light, dan brilliant light. Ketiga lapisan ini sebenarnya sudah hadir dalam keseharian kita dan PR untuk lighting designer atau kamu yang tertarik dengan lighting design untuk menarik dan diterapkan pada pencahayaan buatan.

The post Brilliant Light: Kilau Cahaya yang Membangkitkan Emosi Positif appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>
8672
Accent Light: Apa Saja yang Perlu disorot dan Alasannya https://www.luminapedia.com/2026/03/29/accent-light-apa-saja-yang-perlu-disorot-dan-alasannya/ Sun, 29 Mar 2026 10:07:48 +0000 https://www.luminapedia.com/?p=8633 Kebutuhan informasi visual manusia Di artikel sebelumnya kita sudah mempelajari ambient light sebagai fondasi suasana ruang. Selanjutnya kita…

The post Accent Light: Apa Saja yang Perlu disorot dan Alasannya appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>

Kebutuhan informasi visual manusia

Di artikel sebelumnya kita sudah mempelajari ambient light sebagai fondasi suasana ruang. Selanjutnya kita akan menambahkan lapisan cahaya berikutnya yaitu accent light. Apa pengertian dan urgensinya kita bahas satu-satu di artikel ini!

A. Apa itu Accent Light?

Accent light atau focal glow adalah pencahayaan yang menonjolkan suatu obyek dengan memberikan kontras penerangan yang lebih tinggi dari sekitarnya.

B. Accent Light menurut Richard Kelly

Berdasarkan esai”Light as an Integral Part of Architecture” yang dipublikasikan dalam jurnal College Art, Richard Kelly menjelaskan focal glow sebagai berikut:

Focal glow is the follow spot on the modern stage. It is the pool of light at your favorite reading chair. It is the shaft of sunshine that warms the end of the valley… Focal glow draws attention, pulls together diverse parts, sells merchandise, separates the important from the unimportant, helps people see.

Cahaya direct matahari menyorot mobil menjadikannya sebagai point of interest dalam foto ini. Photo © Anggi Rafika

Dari penjelasan tersebut ada beberapa poin penting mengenai focal glow/accent light/highlight:

  • menarik perhatian
  • memisahkan bagian yang penting dan yang tidak penting
  • membantu orang untuk melihat

C. Kenapa kita membutuhkan accent light.

Ruang dengan pencahayaan yang baik memudahkan dan membuat kita nyaman dalam berkegiatan. Kita merasa nyaman ketika kita mudah mengakses informasi visual (mudah melihat hal yang penting) tanpa gangguan/noise. Kebutuhan manusia mengenai informasi visual ini untuk menunjang kebutuhan aktivitas dan biologi manusia. Berikut potongan dari William Lam dalam bukunya Perception and Lighting as Formgivers for Architecture:

We are comfortable when we are free to focus our attention on what we want to see, when the information we seek is clearly visible and confirms our desire and our expectations, and when the background does not compete for our attention in a distracting way.

C. 1 Kebutuhan aktivitas

Setiap ruangan itu dirancang untuk suatu aktivitas tertentu. Contohnya ketika kita di sudut baca kita membutuhkan pencahayaan agar bisa melihat dan membaca huruf dengan jelas. Lain cerita saat memasak kita juga membutuhkan pencahayaan yang cukup terang untuk melihat perubahan warna pada masakan kita dan keamanan saat memotong bahan makanan, dan lain seterusnya.

Lighting designer yang handal harus memiliki kemampuan untuk memetakan kebutuhan aktivitas secara detail, berapa lama durasinya, frekuensinya, lokasinya, kebutuhan cahayanya vertikal atau horizontal dan lain-lain.

Kebutuhan aktivitas ini memang penting tetapi bukan satu-satunya yang paling penting hingga membuatnya menjadi penentu standar. Kita akan pelajari kebutuhan biologis, di pembahasan berikutnya.

C.2 Kebutuhan biologi

Otak manusia secara sadar dan tidak sadar terus memindai lingkungan untuk menemukan informasi, ini merupakan kebutuhan dari biologi manusia. Jika ada sesuatu yang ambigu dan berubah, otak kita akan mendeteksinya sebagai suatu gangguan atau bahaya. Dalam buku Perception and Lighting as Formgivers for Architecture, menyebutkan beberapa kebutuhan dari sisi biologis manusia di bawah ini. (Note: penjelasan lengkap tentang kebutuhan biologi selanjutnya akan dibuat di artikel terpisah).

C.2.1 Orientasi

Orientasi berkaitan dengan kesadaran tubuh di mana lokasi dan kondisi berada. Kebutuhan ini membuat kita merasa ajeg dan tidak bingung dalam suatu ruangan. Hal ini meliputi referensi informasi horizontal, perubahan ketinggian, tujuan, dan arah keluar. Ketika kita mudah menemukan informasi-informasi ini, tubuh akan merasa nyaman.

Accent light pada layar sekaligus membantu orientasi pengunjung. Photo and lighting design © Lumina Group

C.2.2 Keamanan fisik

Informasi ini diperlukan tubuh agar memastikan diri kita berada dalam kondisi yang aman. Kita dapat mendeteksi aman dari ancaman orang atau hewan, struktur yang membahayakan, api, cahaya yang terlalu menyilaukan atau bahaya lain.

Warung dalam ruang semi tertutup dan terang memberikan sinyal aman bagi pengunjung. Photo ©  Abdi Ahsan. Lighting design © Lumina team
pencahayaan warung untuk mengidentifikasi wajah pengunjung. Photo © Abdi Ahsan. Lighting design © Lumina team

C.2.3 Teritorial personal

Adanya kecenderungan bagi seseorang untuk memiliki ruang personal. Ruangan yang baik didesain agar memberikan ruang ini melalui informasi visual. Kebutuhan ini dapat dicapai misalnya dengan memberikan pencahayaan lokal yang memisahkan dari ruang publik yang lebih besar.

Desain pencahayaan ruangan yang memberikan ruang privasi pada masing-masing meja. Photo © Abdi Ahsan. Lighting design © Lumina Group

Apa saja yang perlu disorot?

Setelah kita menganalisis kebutuhan aktivitas dan kebutuhan biologis dengan cermat. Hal-hal yang menunjang informasi visual yang dibutuhkan dalam ruangan tersebut yang perlu disorot, misalnya sudut baca, meja kerja, titian tangga dan seterusnya.

D. Implementasi Accent Light

Bagaimana untuk menerapkan accent light? Apakah harus menggunakan spotlight saja?

Jawabannya tidak ya. Ada banyak alternatif untuk accent light di mana direct light merupakan salah satu elemen pembentuknya. Catatan pentingnya, apapun fixture dapat digunakan untuk menghasilkan cahaya yang diperlukan untuk obyek dan aktivitas dari segi color temperature, sudut datang, glare, dan lain-lain.

Nah, melanjutkan dari artikel sebelumnya mengenai ambient light. Yuk kita lihat perbedaan ruangan ketika hanya menggunakan ambient light dan tambahan accent light.

Ruang dengan ambient light saja. Photo and lighting design © Lumina team
Ambient light ditambah dengan Accent light menghasilkan suasana ruang yang lebih hidup dan fokus. Photo and lighting design © Lumina team

Pada contoh di atas, narrow beam, medium beam downlight dan shelve lighting adalah elemen focal glow yang membuat suasana menjadi lebih hidup.  Fokus visual kita diarahkan pada sofa tempat di mana kegiatan dilakukan misalnya membaca, mengobrol, dan lain-lain. Rak buku di sini dapat dikategorikan sebagai brilliant light (dibahas lebih lanjut di artikel selanjutnya).


Sekarang luminerds sudah mulai paham yaa? Ternyata pencahayaan itu tidak hanya untuk membentuk suasana saja tetapi memberikan informasi visual yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Buat yang tambah penasaran, sabar-sabar, lebih lanjut kita akan bahas mengenai brilliance light dan penjelasan lengkap kebutuhan biologis mengenai informasi visual pada rilis berikutnya. Stay tuned!

The post Accent Light: Apa Saja yang Perlu disorot dan Alasannya appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>
8633
Ambient Light: Kunci Lighting Designer dalam Menciptakan Suasana Ruang https://www.luminapedia.com/2026/03/06/ambient-light-kunci-lighting-designer-dalam-menciptakan-suasana-ruang/ Fri, 06 Mar 2026 10:36:11 +0000 https://www.luminapedia.com/?p=8509 Bukan hanya color temperature saja, temukan variabel lainnya Ambient light merupakan faktor penentu bagaimana suasana atau emosi yang…

The post Ambient Light: Kunci Lighting Designer dalam Menciptakan Suasana Ruang appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>

Bukan hanya color temperature saja, temukan variabel lainnya

Ambient light merupakan faktor penentu bagaimana suasana atau emosi yang ingin diciptakan di ruangan. Ibaratnya, ketika kita belajar musik, ada melodi-melodi tertentu yang menggambarkan apakah itu lagu ballad, rock, atau jazz. Nah, ambient light bisa dikatakan cahaya dasar.

Yuk luminerds, kita ekspolarasi mengenai ambient light, mulai dari pengertian, variabel yang mempengaruhi, dan contoh implementasinya di lapangan!

Pengertian Ambient Light

Apa itu ambient lightAmbient light dapat didefinisikan sebagai cahaya yang mengisi volume ruang. Karakteristik ambient light di antaranya:

  • memiliki komponen cahaya yang halus dan tidak berbayang.
  • cahayanya seragam dan merata.
  • tidak ada hierarki (tidak ada kontras).

Ambient Light menurut Richard Kelly

Ambient luminescence is the uninterrupted light of a snowy morning in the open country. It is foglight at sea in a small boat, it is twilight haze on a wide river where shore and water and sky are indistinguishable. It is in any art gallery with strip-lighted walls, translucent ceiling, and white floor. (…) Ambient light produces shadowless illumination. It minimizes form and bulk.

Photo by Lute on Unsplash

Ambient Light di Keseharian

Tanpa kita sadari, dalam keseharian kita cahaya hadir membentuk scene yang beragam. Lighting design itu sebenarnya mempelajari cahaya alami. Lebih lanjut kita akan bahas konsep lighting biofilik di artikel lanjutan. Coba kita perhatikan cahaya di sekitar kita, mulai dari direct dan indirect light lalu perhatikan perasaan apa yang muncul ketika melihat pemandangan itu.

Ambient luminescene cahaya halus di antara kabut. Focal glow menyorot mobil dengan direct light dari cahaya matahari. Photo © Anggi Rafika

Faktor-faktor yang mempengaruhi ambient light

Suasana yang terbentuk tidak hanya satu faktor, misal tidak hanya color temperatur saja (warm dan cool light). Ambience dapat dirasakan melalui pengalaman dan merasakan langsung di dalam ruangan.

Intensitas Cahaya

Intensitas cahaya menentukan bagaimana suasana yang akan diciptakan di dalam ruang. Misalnya, kamar membutuhkan intensitas yang rendah. Intensitas yang terang dibutuhkan untuk ruangan yang membutuhkan fokus tinggi misalnya ruang kerja.

Intensitas yang lebih redup dan warm untuk kamar tidur. Lighting design Lumina Group. Photo © Abdi Ahsan
Intensitas lebih terang dan warna yang cool untuk suasana ruang kerja. Photo and lighting design © tim Lumina.

Temperatur Cahaya

Temperatur cahaya yang sering, mengikuti temperatur cahaya matahari dari terbit sampai terbenam. Color temperature dinyatakan dalam satuan Kelvin.

Color Temperature (K)Warna yang tampak
1000-2000 Kvery warm, red-orange
2000-3200 Kwarm, yellowish
4000-4500 Kneutral-warm
5000-5500 Kdaylight-white
6000-7000 Kcoolwhite, blueish
8000-1200 Kvery blue, blue tint
Picture © Canva Pro

Arah cahaya

Selain intensitas, arah cahaya mana cahaya itu jatuh. Arah cahaya yang vertikal (direct) dari plafon akan menciptakan bayangan yang keras. Di sisi lain, cahaya horizontal memberikan suasana lain yang berbeda.

Perubahan ambience light menggunakan beberapa sumber cahaya dan arah yang berbeda. Video © Anggi Rafika
Ambience light menggunakan linear dengan posisi lampu ada di plafon, menghasilkan highlight dan bayangan lebih tajam (kontras tinggi). Photo © Anggi Rafika
Ambience light menggunakan glow panel pada ketinggian 1.6 meter di sebelah kanan dan kiri. Suasana yang terbentuk lebih intimate karena sumber cahaya dekat. Selain itu, kontras rendah. Photo © Anggi Rafika

Contoh Penerapan ambience Light

Ada banyak cara untuk membuat ambience light dengan syarat seperti yang disebutkan sebelumnya: cahaya memenuhi volume, tersebar merata, tidak ada kontras. Pada artikel ini memberikan beberapa contoh penerapan ambience light menggunakan cove light, direct linear light, dan wide beam down light.

Cove Light

Salah satu cara untuk menerapkan dengan cove light yang memberikan indirect light. Efek cahaya yang didapat cahaya dan bayangan yang halus.

Lighting design and photo © Lumina team

Direct Linear Light

Linear light salah satu lampu yang familiar di masyarakat. Kita dapat memasangnya langsung pada plafon untuk menciptakan ambience light. Hasilnya, pencahayaan lebih merata dan bayangan juga lebih halus.

Lighting design and photo © Lumina team

Wide Beam Downlight

Kita bisa menerapkan ambience light dengan dengan donwlight lho, dengan catatan lampunya memiliki sudut yang lebar. Pencahayaan yang dihasilkan bayangan yang lebih keras. Hasilnya cahaya tidak sepenuhnya mengisi ruang sekitar 70% saja, akan tetapi hal ini sudah dipertimbangkan sebagai ambience light.

Lighting design and photo © Lumina team

Studi Kasus

Perhatikan foto di bawah ini. Kira-kira ambient light berasa dari mana? Apa warna cahayanya? Lalu, suasana apa yang terbentuk di ruangan ini? Coba luminerds jawab dulu yaaa!

Lighting design © Lumina Group. Photo © Abdi Ahsan

Ambient light berasal dari cove light dengan warna warm white. Suasana intimate terbentuk bukan hanya dari warna cahaya karena ada bauran warna biru di dekat display. Suasana intimate didukung adanya fixture yang berada di dekat meja dan kontras area meja yang memisahkan dengan lingkungan sekitar.


Secara umum, dengan menerapkan ambience light yang sesuai sudah cukup memenuhi fungsi ruang. Namun, untuk menambah added value dan visual clue biasanya ditambahkan focal glow atau accent light. Nantikan artikel selanjutnya ya luminerds, mengenai accent light!

The post Ambient Light: Kunci Lighting Designer dalam Menciptakan Suasana Ruang appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>
8509
Kontras Cahaya: Bagaimana Menerjemahkan Emosi dalam Lighting? https://www.luminapedia.com/2026/02/25/kontras-cahaya-bagaimana-menerjemahkan-emosi-dalam-lighting/ Wed, 25 Feb 2026 10:22:51 +0000 https://www.luminapedia.com/?p=8380 Kombinasi gelap terang sebagai kunci dalam lighting design Lighting design bukan berarti hanya membertimbangkan cahaya saja. Gelap pun…

The post Kontras Cahaya: Bagaimana Menerjemahkan Emosi dalam Lighting? appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>

Kombinasi gelap terang sebagai kunci dalam lighting design

Lighting design bukan berarti hanya membertimbangkan cahaya saja. Gelap pun dirangkul menjadi bagian terintegrasi dalam perancangan cahaya. Justru perbedaan gelap dan terang atau kontras cahaya ini yang diracik oleh para lighting designer untuk membentuk suasana ruang dan membangun emosi.

Lalu, bagaimana cara membentuk kontras? Pertama kita perlu paham dulu istilah low light dan high light. Sebenarnya istilah ini merupakan istilah sama yang digunakan dalam seni melukis ,menggambar, fotografi, dan sinematografi. Minped share agar luminerds bisa terbayang analogi antara lighting design dan bidang-bidang tersebut.

Contoh pemodelan dalam gambar, luminerds bisa belajar di sini.

Pembelajaran foreground, middle ground, dan backgound dari sisi fotografi dan cinematografi bisa dipelajari pelan-pelan di sini.

Mengamati Low light dan High Light

Ketika cahaya mengenai sebuah obyek akan menghasilkan bayangan. Kita belajar memperhatikan mana yang lebih terang dan mana yang lebih gelap.

Photo via freepik

Kombinasi antara highlight dan lowlight dapat mendefinisikan bentuk (form) dan jarak (depth).

Manfaat Kontras

Adanya kontras cahaya digunakan untuk menunjukkan hierarki atau kedudukan. Hierarki dibutuhkan untuk mengarahkan fokus perhatian visual dari penghuni. Bagian paling penting mendapat sorot cahaya/highlight dan berlaku sebaliknya bagian yang tidak terlalu penting tidak perlu disorot.

  • menentukan foreground, middleground background.
  • memunculkan mana penting dan tidak terlalu penting.
Kontras memisahkan foreground, middleground, dan background. Photo by 不爱玩 先生 on Unsplash
Kontras menunjukan meja resepsionis dan area duduk sebagai hierarki tertinggi di ruangan. Photo Abdi Ahsan. Lighting Design Lumina Group

Menciptakan suasana ruangan.

Tanpa disadari kehadiran kontras cahaya di dalam ruangan dapat menciptakan suasana. Misalnya, untuk menciptakan suasana dramatis dengan menerapkan pencahayaan yang high contrast. Perhatikan kontras cahaya di beberapa ruangan di bawah ini untuk ambience dan fungsi ruang yang berbeda-beda:

Menampilkan tekstur dari permukaan material

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kontras dapat mendefinisikan jarak dan bentuk. Hal ini yang membuat suatu obyek menjadi berbentuk 3D sehingga telihat teksturnya.

Art work di Hotel The Meru. Photo © Abdi Ahsan. Lighting design © Lumina Group.

Brightness Contrast

Perbandingan intensitas cahaya antara yang lebih gelap (low light) dan lebih terang (high light) disebut brigtness contrast ratio. Kenapa hal ini penting karena contrast ratio ini akan membentuk suasana di dalam ruang, kombinasi antara ambience light dan accent light.

  • Low contrast dengan perbandingan 2-3:1.
  • Medium kontras dengan perbandingan 5:1. Medium kontras menciptakan suasana kontras yang nyaman.
  • High contast dengan perbandingan 10:1. Perbedaan kontras ini menonjol sehingga memantik emosi dan membentuk suasana yang dramatis, intimate.
Ilutrasi © Emte di Buku Lux Sit
Suasana api unggun di mana sekeliling gelap, menciptakan suasana yang intimate yang membawa orang-orang untuk berkumpul. Photo © Klara Kulikova via Unsplash

Color Contrast

Salah satu cara untuk menunjukkan kontras dapat menggunakan warna. Penggunaan warna bukan hanya untuk terlihat menarik dengan warna-warni. Tetapi bagaimana untuk menunjukkan kontras, dengan menggunakan colour wheel untuk memilih kombinasi warna, seperti: warna komplementer, warna gradasi, ataupun monokrom. Pembahasan warna ini bisa di baca di artikel ini.

Memisahkan foreground dan background melalui kontras warna, paling efektif dengan menerapkan complementary color.

Picture © Canva
 Photo © Deby Amelia Wijaya

Temperature Contrast

Photo © Abdi Ahsan

Intensitas cahaya bulan pasti lebih lemah dibanding cahaya lampu LED. Kontras warna terbentuk karena warna cahaya bulan yang cool berlawanan dengan warna cahaya LED yang warm tone. Cahaya bulan terasa terang dan dapat mengimbangi cahaya lampu, karena adanya kontras temperatur.

Photo © Abdi Ahsan

Contoh lain dari kontras temperatur. Warna hijau bukan merupakan warna komplementer dengan ungu, tetapi tetap dapat memberikan kontras karena berada dalam range cool vs warm. Selain itu, kontras lebih terasa karena adanaya brightness contrast. Hal ini disebabkan oleh sifat translucent dari daun yang terlihat berpendar, sehingga tampak lebih terang.


Sekarang luminerds jadi lebih paham kan mengapa kita perlu memperhatikan kontras dalam lighting design. Perbandingan antara cahaya (highlight) dan bayangan (low light) ini yang membentuk suasana dan memantik emosi kita. Lebih lanjut kita akan penerapan dalam lighting design di mulai dengan membahas tentang bagaimana membentuk ambience di artikel selanjutnya. Pantau terus Luminapedia ya!

The post Kontras Cahaya: Bagaimana Menerjemahkan Emosi dalam Lighting? appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>
8380
Belajar lighting design dari 0 https://www.luminapedia.com/2026/02/19/belajar-lighting-design-dari-0/ Thu, 19 Feb 2026 07:49:28 +0000 https://www.luminapedia.com/?p=8322 Memahami pengertian, teori dasar, kualitas, kontras dan distribusi cahaya Kita sering mengunjungi tempat seperti cafe atau hotel dan…

The post Belajar lighting design dari 0 appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>

Memahami pengertian, teori dasar, kualitas, kontras dan distribusi cahaya

Kita sering mengunjungi tempat seperti cafe atau hotel dan berceletuk atau berkomentar “suasana/ambience-nya enak ya”. Tetapi tahukah luminerds, salah satu aspek yang membuat suasana yang nyaman itu adalah pencahayaan ruangannya/lighting. Yuk luminerds, kita belajar bareng-bareng lighting design dari dasar!

Pengertian Lighting Design

Lighting design atau desain pencahayaan/ desain tata cahaya adalah ilmu yang mempelajari bagaimana cahaya berinteraksi dengan ruang, obyek, dan manusia yang dirancang dengan menggabungkan antara seni dan engineering. Bidang ini memiliki cabang seperti lighting design panggung, pemotretan/studio.

Artikel kali ini khusus membahas lighting design pada bangunan(architectural lighting design). Bidang ini berkaitan erat dengan arsitektur, desain interior, dan pencahayaan dalam rangka menciptakan lingkungan buatan manusia (built enviroment) yang berkelanjutan dan menunjang kesehatan dan kesejahteraan penghuninya.

Perbedaan suasana sebelum dan sesudah commisioning lighting design. Photo © Abdi Ahsan

Kontras Cahaya

Pemahaman tentang kontras atau perbedaan terang menjadi dasar yang penting untuk merancang desain pencahayaan di suatu ruang. Kontras dapat menciptakan kedalaman (depth) dan bentuk (form) yang dapat mempengaruhi suasana atau emosi yang tercipta di dalam ruangan.

Kedalaman (depth) adalah jarak yang tercipta karena perbedaan gelap terang. Sementara itu, bentuk (form) menggambarkan obyek menjadi tiga dimensi dan lebih terdefinisi karena adanya kontras.

Teksture wall panel tidak terdefinisi. Photo © Anggi Rafika
Tekstur wall panel lebih terlihat tiga dimensi karena adanya kontras. Photo © Anggi Rafika

Distribusi Cahaya

Distribusi cahaya ada tiga jenis: diffuse, direct, dan glow.

  • Cahaya diffuse adalah cahaya yang tersebar merata dan melembutkan bayangan. Karakteristik cahaya ini lembut, bayangan halus dan memiliki kontras rendah. Biasanya cahaya diffuse didapatkan dari pencahayaan indirect/tidak langsung.
  • Cahaya direct adalah cahaya yang diarahkan langsung ke obyek atau bidang kerja. Karakteristik cahaya ini memiliki bayangan lebih tajam, kontras yang tinggi, dan cahaya langsung dari sumber.
  • Glow/binar adalah obyek yang bercahaya dan bersinar.

Kualitas cahaya

Sebagai catatan, lighting designer itu yang diperhatikan cahaya sehingga kualitas dari cahaya menjadi aspek yang penting. Ada beberapa parameter yang digunakan untuk menilai kualitas cahaya:

  • Intensitas Cahaya adalah besaran yang mengukur kuat cahaya yang dipancarkan oleh suatu sumber cahaya pada arah tertentu.
  • Nilai renderasi warna, kemampuan suatu sumber cahaya dalam menampilkan atau mereproduksi warna objek secara akurat dan alami, layaknya di bawah sinar matahari. Ada beberapa metri yang digunakan untuk mengukur renderasi warna yaitu CRI (Color Rendering Index) dan TM30. Baca lebih lanjut di sini.
  • Color temperatur (CCT) merupakan karakteristik warna dari suatu sumber cahaya yang diukur dalam satuan Kelvin.
  • Glare adalah sensasi visual yang disebabkan oleh cahaya yang terlalu terang dan tidak tekontrol di bidang pandang.
  • Spektrum cahaya merupakan komponen gelombang yang dapat dilihat oleh mata manusia, umumnya berkisar antara panjang gelombang 380 hingga 750 nanometer (nm) . Spektrum ini berpengaruh pada kesehatan karena komponen gelombang biru yang dapat meningkatkan tingkat kewaspadaan/alertness. Lebih lanjut akan dibahas di artikel ini.

Arah Datang Cahaya

Arah di mana cahaya itu jatuh mempengaruhi bayangan dan suasana ruang di dalamnya. Perlu dicatat arah datangnya cahaya juga perlu mempertimbangkan silau/glare.

  • arah dari atas/vertikal menciptakan bayangan lebih keras pada obyek.
  • arah dari bawah membawa karakter unnatural.
  • arah dari ketinggian level mata menciptakan kedekatan.
  • arah horizontal memberikan penerangan secara vertikal (vertical illumination)

Teori Desain Pencahayaan

Berdasarkan teori dari Richard Kelly memperkenalkan tiga layer cahaya yaitu:

  1. Ambience luminicense merupakan cahaya dasar dengan karakteristik cahaya tersebar merata dan seragam. Ambience light menjadi kunci pembentuk suasana ruang. Detail cahaya ditentukan dari kontras, pemilihan color temperatur/CCT, dan CRI.
  2. Focal glow yaitu cahaya terarah yang mendorong perhatian dan fokus pada obyek atau bidang kerja/aktivitas tertentu (misalnya meja, kursi, kompor, lukisan).
  3. Play of brilliance adalah kilauan cahaya memercikan ketertarikan dari mata dan membangkitkan emosi yang lebih dalam. Hal ini dapat ditandai dengan munculnya rasa antusias, rasa ingin tahu, semangat, menemukan kebijaksanaan.
Ambience luminicense
Focal glow
Play of brilliance

Pendekatan merancang desain pencahayaan

Cara pendekatan tiap lighting designer itu berbeda-beda, tergantung pada karakter desainernya.

  • Pendekatan fungsional yang menekankan kebutuhan pada fungsi ruangan.
  • Pendekatan estetis yang menekankan pada aspek visual dan artistik.
  • Pendekatan lingkungan yang memfokuskan pada dampak pada lingkungan dengan memilih desain yang efisiensi energi, cahaya alami.
  • Pendekatan psikologis yang menitik beratkan pada pengaruh cahaya terhadap emosi dan perilaku manusia.

Organisasi Profesi Lighting Designer

Himpunan Teknik Iluminasi Indonesia (HTII) sebuah organisasi profesi ahli di bidang pencahayaan/iluminasi yang berbasis pada keahlian, pendidikan, dan pengalaman. 

Light Talk  sebuah platform komunitas lighting di Indonesia untuk berbagi ilmu, pengalaman dan perjuangan dalam mengembangkan industri lighting di Indonesia.

Darimana Belajar Lighting Design

  • Mengambil pendidikan formal lighting design. Di Indonesia belum ada program studi khusus mengajarkan lighting design. Lighting design diajarkan pada mata kuliah program studi interior seperti di BINUS, La Salle. Selain itu, di Institute Teknologi Bandung (ITB) ada program studi teknik fisika yang khusus pencahayaan. Artikel terkait pendidikan di Indonesia bisa di baca di sini. Pendidikan master yang ada di luar negeri contohnya di Hoschule Wismar, KTH, Aalborg University.
  • Mengikuti kursus/course. Ada course online seperti. Course offline pernah diselenggarakan di BINUS dan VLUX Academy.
  • Mengikuti seminar atau webinar tentang lighting design. Salah satu program dari HTII ada HTII Goes to Campus yang memberikan seminar di kampus-kampus di Indonesia.
  • Membaca buku. Ada beberapa buku yang dapat dipelajari diantaranya buku dalam negeri berjudul Lux Sit (Luminous Journey of Lighting Design in Indonesia) karya award-winning lighting designer Indonesia, The Structure of Light: Richard Kelly and the Illumination of Modern Architecture (karya: Dietrich Neumann), Perception and Lighting as formgivers for Architecture karya William M.C. Lam.

Dimana bisa merasakan lighting?

Kita dapat merasakan lighting di semua tempat setiap saat. Hal ini bisa dilatih mulai sedikit demi sedikit dengan mencoba mengingat kaitan antara apa yg dirasakan dengan lighting yang ada, baik pencahayaan alami (dari matahari) maupun pencahayaan buatan.


Mau lebih dive-in belajar lighting design? Pantau terus artikel di luminapedia yak!

The post Belajar lighting design dari 0 appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>
8322
5 Hal Penting untuk Memahami Lighting Design dengan Tepat https://www.luminapedia.com/2026/01/08/5-hal-penting-untuk-memahami-lighting-design-dengan-tepat/ Thu, 08 Jan 2026 12:55:13 +0000 https://www.luminapedia.com/?p=5404 Menjelaskan miskonsepsi tentang lighting design bagi orang awam Tahun baru 2026, awal yang baru! Sudah waktunya meninggalkan pandangan…

The post 5 Hal Penting untuk Memahami Lighting Design dengan Tepat appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>

Menjelaskan miskonsepsi tentang lighting design bagi orang awam

Tahun baru 2026, awal yang baru! Sudah waktunya meninggalkan pandangan lama tentang lighting design. Era baru untuk meningkatkan produktivitas, kesehatan dan kesejahteraan batin dengan desain pencahayaan yang layak. Berikut 5 hal penting yang perlu Luminerds ketahui untuk memahami lighting design dengan tepat:

1. Lighting itu bukan hanya bagi kalangan tertentu

Lighting semestinya dapat dinikmati oleh semua kalangan, dari proyek skala kecil sampai proyek skala besar (high-end), dan dari segi usia mulai dari anak-anak sampai dewasa.

Memang pada mulanya, lighting design berkembang diterapkan untuk gedung tinggi, seperti hotel, villa resort, gedung perkantoran, dan mall. Tetapi, seiring jalannya waktu, lighting design sekarang mulai diterapkan untuk bangunan skala kecil seperti rumah tinggal, kafe, restoran.

Pada tahun 2024, Lumina Group menyelenggarakan workshop internal yang bekerja sama dengan BINUS berhasil menerapakan lighting untuk warung angkringan. Buat luminerds, yang ketinggalan bisa baca artikelnya di sini!

Lighting design by tim internal proyek Lumina. Photo © Abdi Ahsan

Selain itu, pada tahun 2025, penelitian mengenai penerapan pencahayaan untuk ruang kelas preschool yang dipresentasikan di acara Enlightened Bali 2025, detailnya di sini!

Lighting design and Photo © Azelia Pattiasina

Ada lagi, penerapan landscape lighting untuk ruang publik di event Oktober Kreasi yang merupakan bentuk kerja sama Kementerian Ekonomi Kreatif, Lightbox, dan Superlative. Desain pencahayaan bertujuan untuk skate park Dukuh Atas dengan tema Colorful Jungle.

Photo via EKRAF instagram

Jadi buat luminerds berpikiran lighting itu eksklusif itu salah yaa! Lighting itu inklusif dan untuk semua orang baik di ruang pendidikan, warung, dan ruang publik!

2. Lighting design itu tidak selalu memerlukan banyak lampu

Mungkin orang akan berpikir kalau pake jasa lighting design akan ribet karena harus memasang banyak jenis lampu untuk satu ruangan. Faktanya, dalam lighting design setiap lampu yang terpasang memiliki intensi yang menunjang kebutuhan fisiologi dan psikologis. Nah selain itu, perlu diperhatikan lagi dalam lighting design yang diperhatikan itu sifat cahayanya, bukan dari lampunya. Contoh, apakah cahaya yang diperlukan direct atau indirect, berapa sudutnya, warna cahayanya, dan lain-lain.

Dengan berbagai pertimbangan tersebut, lighting designer merancang pencahayaan untuk kebutuhan manusia di dalam ruang tersebut. Memang, dalam teori lighting design ada 3 layer pencahayaan: ambience, focal glow, dan brilliance. Tetapi bukan, bukan tidak mungkin lho dalam satu ruang bisa menggunakan satu fixture yang dapat memenuhi fungsi ambience light, accent light. Contohnya seperti di bawah ini:

Sumber: Buku Lux Sit. Ilustrasi oleh Emte
Fixture berbentuk linear light bisa berperan sebagai ambience light dan focal glow/accent light untuk sofa. Photo ©  Abdi Ahsan

Dan kalaupun, nanti hasilnya ada beberapa jenis lampu yang digunakan, pasti sudah diperhitungkan dan disimulasikan melalui software sesuai dengan intensi untuk mencapai tujuan terpenuhinya kebutuhan fisiologi dan psikolgis penghuninya.

3. Pake jasa lighting design bukan berarti jadi boros listrik

Salah satu komentar warganet di instagram

Biasanya nih, terus muncul pertanyaan lain. Kalau banyak lampu berarti boros listrik dong? Nah tenang, berikut penjelasannya:

Mungkin salah kaprah dari kampanye hemat energi itu identik dengan logo lampu. Faktanya, dalam penggunaan energi suatu bangunan lighting/pencahayaan hanya mengkonsumsi 20% dari total penggunaan energi. Presentase ini lebih kecil jika dibandingkan dengan penggunaan pendingin ruangan atau AC yang menggunakan listrik lebih besar 60% (Sumber: ASEAN Centre for Energy).

Berita terkini dari SETI menunjukkan pada bangunan non-hunian, sistem tata udara menjadi beban listrik tertinggi di perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, dan fasilitas publik lainnya. (Sumber: ANTARA, 27 November 2025)

Jadi, lighting memakan porsi yang jauh lebih kecil dari keselurahan penggunaan energi. Namun, bukan berarti hal ini menjadi pembenaran untuk jor-joran yaa!

Jadi untuk menghemat energi, waktu penggunaan sangat penting untuk diperhatikan. Selain itu, agar lebih hemat energi, ada teknologi dimmer untuk meredupkan lampu, sehingga energi yang digunakan lebih sedikit.

Nah, misalnya saja setelah didesain pencahayaan ternyata ada banyak lampu yang digunakan. Jangan kaget dulu dengan total daya yang terinstal. Energi yang digunakan bukan itu, ingat pelajaran fisika dulu? Energi yang digunakan itu, daya yang terpasang dikalikan dengan waktu penggunaan.

4. Lighting itu tidak harus memakai lampu mahal

Bagi orang awam, pencahayaan yang didesain itu harus memakai lampu yang mahal misalnya lampu chandelier yang gemerlap. Tidak harus selalu seperti itu yaa luminerds!

Untuk dapat menerapkan lighting design bisa banget kok menggunakan lampu yang digunakan yang mudah ditemukan di pasaran. Dengan catatan kita tahu betul, fungsi lampu itu untuk apa, dan bagaimana sifat cahayanya.

Contohnya, untuk hotel bintang 5 bisa menggunakan satu lampu reccessed floor untuk meng-highlight kolom tetapi hasilnya tetap oke.

Lighting lobby hotel The Meru. Lighting Design by Lumina Group. Photo © The Meru Sanur

Contoh lain, untuk menyorot gerobak sebagai main feature, bisa lho menggunakan linear light yang dikreasikan dengan kain renda untuk menciptakan glowing surface sehingga fokus pertama pengunjung langsung ke gerobak.

5. Pekerjaan lighting designer bukan cuma menentukan titik lampu saja

Lighting bukan hanya untuk menerangi dan untuk memenuhi standar iluminansi saja, tetapi lebih dari itu untuk menunjang fungsi/aktifitas dan memenuhi kebutuhan psikologi dan fisiologi. Ada banyak faktor selain titik lampu yang perlu dipertimbangkan.

Architectural lighting designer combines art, science, engineering, psychology, physiology, and business to provide high quality illumination that improves the visual appeal, environmental performance, and social equity of places and building

Bayangkan Luminerds menggambar suatu pemandangan, apakah untuk menunjukan ada obyek semua gambar diwarnai dengan warna yang sama dengan ketebalan yang sama? Tentu tidak, misalnya langit memerlukan warna biru, untuk detail pohon menggunakan biru. Jadi, terdefinisi dengan jelas setiap obyeknya. Selain itu, untuk menampakkan bentuk tiga dimensi kita perlu memperhatikan tebal tipisnya.

Begitupun lighting design, ruang beserta obyek merupakan kanvas yang siap dilukis oleh lighting designer dengan cahaya.

Jadi, sekarang harapannya makin memahami lighting design yaa Luminerds! Jika ada pertanyaan boleh banget drop komentar dan terus pantau Luminapedia untuk update-update menarik lainnya! Stay tuned!

The post 5 Hal Penting untuk Memahami Lighting Design dengan Tepat appeared first on Luminapedia - Media for Light.

]]>
5404